Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunakan Benih Padi Varietas Bridantara 8, produktivitas Padi Gapoktan di Bantul Meningkat Hingga 11,6 Ton Per Hektare  

Cintia Yuliani • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:16 WIB
Cintia Yuliani/Radar Jogja
PANEN RAYA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih serta jajarannya sedang melakukan panen raya bersama Gapoktan Sari Kismo Poncosari dan YSPN di Krajan, Poncosari, Srandakan
Cintia Yuliani/Radar Jogja PANEN RAYA: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih serta jajarannya sedang melakukan panen raya bersama Gapoktan Sari Kismo Poncosari dan YSPN di Krajan, Poncosari, Srandakan

BANTUL - Gapoktan Sari Kismo Poncosari di Padukuhan Krajan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan mencoba menggunakan benih padi varietas Bridantara 8. Pasalnya varietas ini dikenal dengan produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan hama. 

Terbukti dengan menggunakan varietas Bridantara 8 petani yang sebelumnya hanya menghasilkan delapan ton Gabah Kering Panen (GKP) menjadi 11,3 hingga 11,6 ton per hektare. 

Penggunaan varietas benih padi ini tak lepas dari inisiatif Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

"Dengan hasil produktivitas padi yang cukup tinggi, kita berharap ke depan bisa mencapai swasembada pangan," jelas ‎Ketua Umum Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo saat ditemui di acara panen raya di Poncosari, Srandakan Sabtu (30/5).

Baca Juga: Radioterapi Canggih Kini Lebih Mudah Diakses, PasienJKN: Pelayanannya Cepat dan Membantu

Lanjutnya, jika masyarakat atau petani  membutuhkan bibit Bridantara 8 untuk ditanam di Bantul, ia memastikan ketersedian bibit mencukupi. Namun, perlu diingat varietas ini merupakan padi yang tergolong mahal daripada bibit padi non hibrida. Pasalnya Bridantara 8 merupakan padi hibrida. 

"Memang bandel keunggulan varietas ini usianya 75 sampai 83 hari sudah panen," jelasnya. 

Menurutnya usia penan tidak terlalu berpengaruh. Terpenting tanaman bisa tahan air karena daerah Poncosari kerap dilanda banjir. Sehingga Bridantara 8, cocok ditanam di Poncosari dan terbukti bisa bertahan hingga hasil panen meningkat. 

Selain demplot padi varietas Bridantara 8 yang ada di Bantul, daerah lain seperti Klaten, Sukoharjo, dan Buleleng juga telah menjadi demplot Bridantara 8. 

"Kalau di Buleleng 9,5 ton, karena faktor air," tuturnya. 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif YSPN yang memilih Bantul sebagai salah satu lokus uji coba varietas bridantara 8.

"Dengan hasil 11,3 ton GKP per hektare adalah hasil tertinggi, memecahkan rekor produktivitas padi per hektare di Bantul," jelasnya. 

Namun, ke depan pihaknya akan terus  mengevaluasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dengan gapoktan. Jika hasil evaluasi layak secara teknis dan ekonomis, pihaknya akan mengembangkan varietas ini. 

Baca Juga: PSG Kalahkan Arsenal di Adu Penalti untuk Pertahankan Gelar Juara Liga Champions, The Gunners Tetap Tanpa Gelar Eropa

"Kita cari yang terbaik, kita yang sudah surplus 70 ton, dengan varietas ini, nanti kita perluas penanamannya tentu surplus akan semakin besar," tuturnya. 

Dengan demikian, Kabupaten Bantul berpotensi memiliki kontribusi ekspor beras tidak hanya ke daerah lain, tetapi bisa ke mancanegara. 

Meskipun lahan di Bantul kecenderungan semakin kecil. Namun, padi yang dihasilkan semakin banyak, karena pembibitan padi dan pemukukannya semakin baik. (cin)

Editor : Bahana.
#brindara #Bantul #Petani #varietas padi