BANTUL - Pemkab Bantul mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi melalui peringatan gempa Bantul 2006 di Monumen Pusat Gempa Potrobayan, Srihardono, Pundong. Edukasi kebencanaan dinilai penting agar warga, terutama generasi muda, lebih tangguh menghadapi potensi bencana akibat aktivitas Sesar Opak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan kesiapsiagaan stakeholder dan masyarakat mengenai penanggulangan bencana dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi. "Khususnya yang diakibatkan oleh Sesar Opak," katanya Sabtu (23/5/2026) malam.
Kegiatan terdiri dari susur Sesar Opak, cek kesehatan gratis, pameran foto dan peralatan teknologi kebencanaan, bimbingan teknis komunikasi radio, donor darah, serta sarasehan.
Baca Juga: Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah, Perajin Batik Kayu Krebet Pilih Tak Naikkan Harga Produk
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, peringatan gempa bumi ini bukan berarti melakukan ratapan atas kehilangan yang pernah dialami, baik kehilangan keluarga maupun harta benda.
"Peringatan ini bermakna sebagai wujud kebangkitan kita, untuk perjuangan karya membangun Bantul yang tangguh, waspada, dan berdaya demi amanat penderitaan rakyat," jelasnya.
Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk terus memperbaiki diri agar mampu menghadapi bencana apa pun yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Bagi warga Bantul, sikap tangguh, waspada, dan berdaya semakin diperlukan karena Indonesia berada di wilayah ring of fire atau cincin api, yang tidak hanya melintasi Indonesia tetapi juga 17 negara lainnya.
"Kebetulan Bantul berada di bagian selatan Indonesia, ring of fire melewati Bantul yang berpotensi terjadi gempa bumi, tsunami, termasuk gunung api meletus," bebernya.
Peringatan ini diharapkan semakin meningkatkan daya tangkap, ketangguhan, kewaspadaan, dan keberdayaan warga Bantul dalam menghadapi bencana. "Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko dari bencana," terangnya.
Baca Juga: Lima Atlet Padel Asal DIY Masuk Pelatnas, Diproyeksikan ke Asian Games hingga PIala Dunia
Apalagi, anak-anak yang lahir setelah 2006 belum pernah mengalami guncangan gempa bumi yang sangat dahsyat.
Oleh karena itu, mereka perlu diberikan informasi bahwa sekitar 20 tahun lalu Bantul pernah mengalami gempa yang sangat dahsyat. Salah satunya melalui kegiatan ini.
"Maka, generasi sekarang harus lebih tangguh dibanding generasi sebelumnya," tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita