BANTUL - Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat mulai membeli ternak untuk hewan kurban. Namun, tidak semua peternak hewan kurban di Bantul ada yang merasakan kenaikan penjualan. Ada pula peternak yang merasakan jumlah penjualan hewan dibanding tahun lalu.
Peternak Ubi Jaya Farm Supardiono mengatakan, penjualan sapi tahun ini mengalami peningkatan drastis dibanding tahun lalu. Bahkan, ia mencatat kenaikan hingga dua kali lipat dalam periode yang sama. “Peningkatannya 100 persen dibanding tahun lalu,” kata pria paruh baya yang memiliki peternakan di Bangunjiwo, Kasihan Jumat (22/5).
Baca Juga: Peringati Dua Dasawarsa Gempa DIY, Siswa SMA Negeri 1 Kalasan Dilatih Simulasi Tanggap Bencana
Ia menjelaskan dari 50-an ekor yang dijualnya telah ada 40-an ekor yang telah terjual untuk persiapan kurban. "Harganya sekarang sekitar Rp 23 juta sampai Rp 30 jutaan," katanya.
Meski permintaan mengalami peningkatan, ia masih bersikap hati-hati dalam menambah stok hewan kurban. Sikap tersebut dipengaruhi kekhawatirannya terhadap dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menyerang ternak dan menimbulkan kerugian bagi para peternak. “Karena tahun lalu banyak ternak yang mati akibat PMK,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi berbeda dirasakan Agus Basuki, peternak asal Pleret. Ia mengungkapkan penjualan hewan kurban tahun ini justru mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Penurunannya hampir setengah. Tidak seperti tahun lalu,” katanya.
Hingga kini, sekitar 30 ekor hewan kurban miliknya telah terjual. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 50 ekor. Meski begitu, harga hewan kurban pada tahun ini mengalami kenaikan sehingga sedikit membantu menutupi turunnya jumlah penjualan. (cin)