BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan penanganan sampah tetap berjalan maksimal meski pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tertunda. Oleh karena itu, pemkab akan mengoptimaliasai keberadaan tempat pembuangan sampah terpatu (TPST) dan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) yang sudah ada.
Sekretaris Daerah Bantul Agus Budiraharja mengatakan, pembangunan PSEL membutuhkan waktu hingga dua tahun. “Artinya di jeda itu kita harus siap mengoptimalkan pengelolaan sampah,” katanya Minggu (17/5).
Pemkab Bantul akan menambah meskin serta kuota pengolahan di TPST Modalan. Selain itu, perubahan sistem pengelolaan juga dilakukan di sejumlah TPS3R. Termasuk di TPS3R Srigading. “Jadi bukan berarti menunggu PSEL, lalu yang lain berhenti. Tidak begitu,” ujarnya.
Pemkab juga mulai menerapkan mekanisme pemilahan sampah yang lebih terukur. Jika sebelumnya hanya berupa imbauan, kini pola pengangkutan organik dan anorganik mulai diatur lebih jelas. Sampah organik diangkut setiap Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Sedangkan anorganik pada Rabu dan Minggu.
Baca Juga: Prediksi Genoa vs AC Milan Serie A Minggu 17 Mei 2026 Kick Off 17.00 WIB, Rossoneri Ingin Bangkit
Selain mengandalkan fasilitas pemerintah, Pemkab Bantul juga terus menghidupkan peran TPS3R, swasta, investor hingga komunitas penggiat lingkungan. Sejumlah industri pengolahan sampah berbasis komunitas dan yayasan disebut masih aktif membantu penanganan sampah secara mandiri.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah akan terus dimonitor dan dievaluasi agar persoalan penumpukan tidak kembali terjadi. Pengembangan fasilitas di lokasi-lokasi potensial juga tetap dilakukan sambil menunggu proyek PSEL berjalan.
“Kita bicara hari ini sampah tetap harus ditangani. Metode pilah terus kami monitoring. Kalau masih ada yang belum optimal nanti dicari strategi lagi,” janjinya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita