Bangunjiwo Jadi Rintisan Kampung Berdaya untuk Wujudkan Kemandirian Warganya
Cintia Yuliani• Selasa, 12 Mei 2026 | 22:00 WIB
PELATIHAN: Kegiatan pelatihan pembuatan produk kerajinan tangan adalah salah satu kegiatan dari rintisan Kampung Berdaya di Bangunjiwo beberapa waktu lalu. (Dokumentasi Dinsos Bantul)
BANTUL - Dinas Sosial (Dinsos) Bantul bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk membentuk rintisan Kampung Berdaya di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan. Rintisan Kampung Berdaya ini bertujuan untuk mendorong transformasi melalui integrasi rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Bantul Tri Galih Prasetya mengatakan, dibentuknya rintisan Kampung Berdaya yang diinisiasi oleh Kemensos RI dilatarbelakangi banyaknya permasalahan kemiskinan dan kesejahteraan sosial. Permasalahan tersebut ditandai oleh adanya kelompok masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan fungsi sosial secara layak.
"Terlebih bantuan sosial yang bersifat karitatif dinilai belum sepenuhnya mampu memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan," jelasnya Selasa (12/5).
Sehingga diperlukan transformasi pemberdayaan masyarakat yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kemandirian. Salah satunya melalui program rintisan Kampung Berdaya. "Kebetulan pilot project nasional Kemensos memilih Bangunjiwo, ini baru pertama," katanya.
Kalurahan Bangunjiwo yang memiliki kurang lebih 19 ribu jiwa ini dipilih oleh Kemensos karena mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, keberadaan keluarga miskin dan rentan, potensi ekonomi lokal, serta kesiapan kelembagaan sosial.
Berdasarkan hasil tinjauan, terdapat berbagai kelompok seperti keluarga dengan embrio usaha, penyandang disabilitas, lansia, ODGJ, anak dan remaja rentan, serta rumah tidak layak huni yang membutuhkan intervensi terpadu lintas sektor di Bangunjiwo.
Ia menyebut dari 1.237 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Bangunjiwo, sebanyak 716 orang berada pada usia produktif dan direncanakan akan diberdayakan. Sementara itu, dari 2.098 penerima bantuan sembako, sebanyak 1.386 orang usia produktif juga direncanakan untuk diberdayakan.
Kegiatan yang akan diadakan di rintisan Kampung Berdaya antara lain sosialisasi dan penguatan motivasi KPM, pendampingan psikososial bagi ODGJ dan kelompok rentan, layanan atensi bagi penyandang disabilitas dan lansia, penguatan keserasian sosial dan pelestarian budaya lokal, serta peningkatan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Lanjutnya, program ini juga memberikan bantuan sarana pendidikan melalui karang taruna, sosialisasi pencegahan NAPZA dan kenakalan remaja, pengembangan usaha produktif bagi KPM, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RST), pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha, pendampingan pemberdayaan oleh pilar sosial, serta penguatan kapasitas pendamping sosial.
Namun, ia tidak mengetahui anggaran yang dikeluarkan untuk program ini di satu kalurahan. Sebab, anggaran rintisan Kampung Berdaya dari Kemensos.
Salah satu kegiatan yang telah terlaksana yakni pelatihan pembuatan produk PT OOA, yakni produk kerajinan tangan yang dianyam. Nantinya produknya akan dipasarkan di PT OOA. "Harapannya bisa menambah penghasilan mereka," tuturnya.
Selain itu, mahasiswa dari UMY juga akan dilibatkan dalam program rintisan Kampung Berdaya ini. "Kegiatan direncanakan sampai akhir tahun," bebernya.
Dengan adanya rintisan Kampung Berdaya di bangunjiwo pihaknya berharap dapat meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, graduasi mandiri penerima bantuan sosial, terwujudnya kampung berdaya sebagai model pemberdayaan, serta terbentuknya usaha produktif komunitas. (cin)