Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kurangi Pengeluaran Rumah Tangga lewat KWT, DKPP Bantul Targetkan Ada 993 Kelompok Wanita Tani

Cintia Yuliani • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:00 WIB
TURUN LAPANGAN: Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto sedang melihat jualan KWT di Bantul Jumat (8/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
TURUN LAPANGAN: Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto sedang melihat jualan KWT di Bantul Jumat (8/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menargetkan 933 kelompok wanita tani (KWT) terbentuk di Bantul. Target ini disesuaikan dengan jumlah padukuhan yang ada di Bantul. Tujuannya agar setiap padukuhan lebih mandiri dan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga.

"Contohnya sayuran, bisa nanam sendiri, harga jauh lebih murah," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo saat ditemui di Aula Pemda II Manding Jumat (8/5).

Saat ini, lanjutnya, jumlah KWT yang ada di Bantul sebanyak 700 kelompok. Tersebar di 75 kalurahan dan 17 kapanewon. Namun, dia tidak memasang target kapan realisasi 933 tersebut tercapai. Dinas hanya akan mendorong KWT agar lebih aktif optimal dengan cara pemberian bibit melalui bantuan pekarangan pangan bergizi (P2B).

Baca Juga: Dinkes DIY Klaim Tahun Ini Belum Ada Kasus Positif Hentavirus, Enam Pasien pada 2025 Sudah Sembuh Total

"Kita juga ada pertemuan bulanan di masing-masing kelompok. Kita juga ada pertemuan paguyuban di seluruh KWT yang ada," bebernya.

Menurutnya, KWT yang ada semakin berkembang. Terbukti dengan adanya berbagai usaha yang sudah berjalan. Seperti usaha sayuran hortikultura, olahan pangan, dan peternakan. "Ada yang ternak kambing, ayam, itik," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, KWT memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga maupun daerah. Tidak hanya menjadi penggerak pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil pertanian.

Baca Juga: Bedakan Pindar dan Pinjol Ilegal, AFPI: Penawaran Pinjaman Lewat SMS dan WA 1.000 Persen Pinjol Ilegal

"KWT juga telah tumbuh menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis gotong royong, kreativitas, dan kemandirian," Lanjutnya.

Guna mendukung ketahanan pangan, Pemkab Bantul terus berupaya memperkuat sektor pertanian yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan produk olahan pertanian.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyebut, peran KWT sangat strategis. Anggotanya tidak hanya mengelola pekarangan, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan keluarga dan menjaga kondisi gizi anak-anak. "Artinya KWT sudah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi negara," tuturnya.

Menurutnya, banyak KWT yang sudah berkembang. Tidak hanya melakukan produksi, tetapi juga pengolahan hasil. Hal inilah yang harus terus didorong agar KWT bisa naik kelas. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul #pengeluaran rumah tangga #KWT #Kelompok Wanita Tani (KWT) #DKPP Bantul