Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM

Cintia Yuliani • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:34 WIB
NORMAL LAGI: SDN Kowang tampak depan. Belasan siswa di sekolah ini diduga mengalami keracunan MBG pada Rabu (6/5). Cintia Yuliani/Radar Jogja
NORMAL LAGI: SDN Kowang tampak depan. Belasan siswa di sekolah ini diduga mengalami keracunan MBG pada Rabu (6/5). Cintia Yuliani/Radar Jogja

 

BANTUL - Keracunan diduga dari menu makan bergizi gratis (MBG) di Bantul kembali terjadi.

Kali ini menimpa para siwa SDN Kowang yang berada di Kapanewon Jetis pada Rabu (6/5). 

Penanggung Jawab MBG sekaligus Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SDN Kowang Wulan mengatakan, sebanyak 18 siswa dilarikan ke rumah sakit imbas dari menyantap menu MBG berupa kentang, glatin, wortel, buncis, nasi, dan buah naga. 

Baca Juga: DPRD Kulon Progo Soroti Kasus Pengunduran Diri Guru Berstatus JLOP, Banting Stir Jadi Pegawai SPPG

"Saat ini siswa sudah pulih dan tidak sakit apa pun. Sudah bisa sekolah semua," terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/5). 

Ia pun belum bisa memastikan penyebab siswa diduga keracunan dari menu yang mana. Sebab, hasil laboratorium belum keluar. 

 "Kami dapat MBG sejak 2026. Penerima manfaat 160 siswa dan 14 guru," tuturnya. 

Guru-guru di SD itu pun sempat ada yang memakan MBG, namun tidak mengalami gejala keracunan.

Baca Juga: Diresmikan, Kulon Progo Punya Kampung Lele Asap di Kalurahan Banaran

Ia menduga daya tahan tubuh dari beberapa guru yang memakan MBG dinilai lebih baik. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, total terdapat empat kelas yang diduga menjadi korban keracunan MBG. 

Seluruhnya tidak ada yang dirawat inap. 

Pihaknya pun telah mengambil sampel MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan 3.

Saat ini sampel itu masih dilakukan uji laboratorium dan masih menunggu hasilnya. 

"Sampel sudah kami amankan dan kami bawa untuk mengetahui sebenarnya apa sih penyebab diduga keracunan yang dialami anak-anak itu," terangnya. 

Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Shakhtar Donetsk Leg Dua Semifinal Conference League Jumat 8 Mei 2026, Upaya The Eagles Melangkah ke Final

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, Pemkab Bantul turut prihatin dan senantiasa ingin mengawal terus kegiatan di SPPG terkait prosedur penyajian agar tidak terjadi keracunan kembali. 

"Nanti yang diduga keracunan biaya ditanggung pemerintah daerah," ucapnya. 

Relawan SPPG Patalan 3 yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. 

Sebab, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan di hari Rabu (6/5). 

Di SPPG itu pun tidak ada aktivitas memasak seperti biasa.  "Kita masih menunggu hasil uji lab," ucapnya singkat. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
#satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) #Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta #Makan Bergizi Gratis