BANTUL - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai berdampak pada operasional Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul. Salah satunya dirasakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, terutama dalam layanan perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, kenaikan harga BBM berpengaruh pada operasional armada perbaikan LPJU karena menggunakan bahan bakar jenis Pertamax Dex. “Biasanya dalam satu hari kami mengoperasikan dua armada, sekarang menjadi satu,” jelasnya Rabu (29/4).
Baca Juga: BKK DIY Terapkan Pengawasan Konsumsi Calon Jamaah Haji Selama di Embarkasi YIA
Mengantisipasi lonjakan biaya BBM, Dishub Bantul menerapkan sistem kerja bergiliran. Tim dibagi menjadi dua wilayah yakni timur dan barat yang bertugas secara bergantian setiap hari.
“Misalnya Senin tim timur, hari Selasa tim barat. Ini untuk menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran BBM,” ujarnya.
Kebijakan tersebut berdampak pada waktu penanganan aduan masyarakat. Perbaikan lampu jalan kini mengalami penundaan sekitar satu hari. “Kalau ada aduan hari Kamis dan itu wilayah timur, maka akan ditangani keesokan harinya. Jadi tertunda satu hari saja,” katanya.
Meski demikian, Singgih memastikan kondisi LPJU di Bantul secara umum masih baik. Aduan kerusakan biasanya meningkat saat musim hujan, terutama pada lampu yang sudah berusia lama. “Tapi Insya Allah tetap kita tangani secepat mungkin,” tuturnya.
Dishub Bantul juga berencana mengganti lampu lama dengan teknologi LED yang lebih hemat energi dan tahan lama. Saat ini, masih terdapat sekitar 4.000 lampu model lama dari total sekitar 12.500 titik lampu. “Lampu lama lebih boros listrik, sehingga ke depan akan kita ganti bertahap dengan LED,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Bantul Istirul Widilastuti menyebut, dampak kenaikan BBM terhadap anggaran daerah belum terlihat signifikan. Namun, pihaknya akan tetap mengkaji dampak tersebut dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. “Tahun ini juga kita lakukan evaluasi APBD,” jelasnya.
Dikutip dari Jawa Pos, harga BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan antara lain Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, melonjak dari harga sebelumnya Rp 13.100 per liter. Dexlite harganya kini menyentuh Rp 23.600 per liter, naik dari harga Maret di level Rp 14.200 per liter. Pertamina Dex menjadi yang termahal dengan harga Rp 23.900 per liter, dibandingkan bulan lalu yang masih Rp 14.500. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita