BANTUL - Polres Bantul terus melakukan pengejaran terhadap lima pelaku pengeroyokan Ilham Dwi Saputra (IDS), 16, warga asal Ciren, Triharjo, Pandak, yang terjadi di Lapangan Gadung Mlaten, Caturharjo, Pandak Selasa (14/4).
"Informasi yang kami dapatkan bahwa itu pengejaran untuk keluar kota seperti itu," jelas Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto saat ditemui di Polres Bantul Rabu (22/4).
Saat ini, pihaknya telah memeriksa saksi sebanyak empat orang. Empat saksi yang diperiksa masih teman-teman dari korban.
Baca Juga: Jateng Dikepung 162 Bencana Selama Januari–April 2026, Inilah Upaya Pempov
Diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap korban IDS.
"Dua pelaku BLP, 18, asal Kretek, dan YP, 21, asal Bambanglipuro, keduanya laki-laki," katanya.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap peran kedua pelaku yang berhasil ditangkap.
Baca Juga: Kejari Gunungkidul Sidak Balai Kalurahan Ngalang, Uber Dua Dokumen Ini Terkait Sengketa Tanah SG
Rita memastikan dua pelaku yang telah ditahan termasuk dalam kategori dewasa. Sementara itu, DPO yang masih dalam pengejaran akan diperiksa lebih lanjut terkait usianya setelah berhasil diamankan oleh pihaknya.
Ia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban atas meninggalnya IDS. Pihaknya juga meminta doa kepada masyarakat Bantul agar kasus ini segera terungkap dan selesai dengan baik serta seadil-adilnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Achmad Mirza mengatakan, balas dendam menjadi motif pelaku pengeroyokan IDS.
Baca Juga: Mengerikan! Saksi Sempat Rebut Gunting saat Pelaku Berupaya Lukai Telinga Korban di Gadung Mlaten
Motif tersebut dilatarbelakangi saat korban diinterogasi, IDS diberi pertanyaan masuk geng yang dimaksud pelaku atau tidak, korban menjawab tidak.
"Saat korban mengaku tidak ikut geng, korban lansung dipukul oleh salah satu terduga pelaku dan diikuti oleh teman-temannya yang lain," jelasnya. (cin)
Editor : Heru Pratomo