Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas di Bantul Jadi Perhatian Bupati, Abdul Halim Muslih: Rentang Umur Tidak Boleh Meringankan!

Cintia Yuliani • Rabu, 22 April 2026 | 14:04 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - Cintia Yuliani/Radar Jogja
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Kasus pengeroyokan Ilham Dwi Saputra (IDS), 16, warga asal Ciren, Triharjo, Pandak, yang terjadi di Lapangan Gadung Mlaten, Caturharjo, Pandak, menjadi perhatian banyak pihak.

Pasalnya, pengeroyokan terhadap korban dilakukan dengan sangat keji, dengan cara dipukul beramai-ramai menggunakan selang, paralon, gunting, disulut rokok, hingga dilindas dengan sepeda motor berulang kali.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menanggapi kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa yang melibatkan IDS sangat mengejutkan dan ia mengutuk keras tindakan tersebut, di mana tindakan yang tidak berperikemanusiaan itu tidak boleh terjadi lagi di Kabupaten Bantul.

"Dan saya berpesan kepada para generasi muda gunakan akal sehat, junjung tinggi kemanusiaan, dan jangan melakukan tindakan-tindakan penganiayaan," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/4).

Baca Juga: Siapkan Sanksi Berlapis Jika Terbukti Pelajar Aktif, Dikpora DIY Lakukan Pengecekan Identitas Pelaku Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas di Bantul

Sebab, tindakan itu di samping merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri karena di era digital ini, semua tindak kejahatan akan terekam dengan baik dan menjadi rekam jejak.

Maka, ia meminta kepada masyarakat untuk berpikir sehat, memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi, serta menghindari tindakan-tindakan menganiaya dan menzalimi orang lain. Ia pun menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban.

"Semoga diberikan ketabahan dan almarhum mendapatkan anugrah khusnul khotimah," tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bantul dalam menangani kasus ini serta meminta untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal. 

Ia mengajak semua pihak untuk mencegah tindakan serupa terjadi di Kabupaten Bantul, yakni tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Menurutnya, tindakan tersebut sangat biadab, siapa pun pelakunya harus ditindak, meskipun ada pertimbangan usia anak tetap harus diproses.

"Jangan mengatasnamakan umurnya masih dalam rentang umur anak tidak boleh itu meringankan," katanya. 

Justru hal itu, kata dia, dapat membuat anak-anak lain bebas melakukan tindakan serupa. Ia pun meminta aparat kepolisian untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. 

Sementara itu, kakak kandung korban Raufiq menceritakan, adiknya merupakan orang yang patuh. Jika diminta pulang oleh orang tuanya, korban langsung pulang ke rumah.

Baca Juga: Temuan Baru Sumur Gas di Lepas Pantai Kalimantan Timur Potensial Penuhi Kebutuhan Migas dalam Negeri, Bahlil Lahadalia Sebut Sejalan Strategi Pemerintah

"Keseharian almarhum memberi makan ayam, lele, dan melakukan aktivitas jual beli vape secara COD," katanya.

Raufiq pun tak habis pikir dengan tindakan para pelaku yang keji, brutal, dan tidak manusiawi hingga adiknya meninggal dunia dengan luka di sekujur tubuh.

Menurutnya, jika pun adiknya memiliki kesalahan, ia mempertanyakan kesalahan seperti apa yang dilakukan sehingga diperlakukan secara tidak manusiawi.

"Harapannya pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpalnya," pungkasnya. (cin)

Editor : Bahana.
#pengeroyokan pelajar di bantul #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih