Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pensiunan Perhutani di Dlingo, Bantul Sukses Olah Serai Wangi Jadi Minyak Atsiri, Raup Jutaan Rupiah per Bulan

Cintia Yuliani • Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB
Koordinator UMKM Shafaluna Sunaryanta  sedang menunjukkan produknya. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Koordinator UMKM Shafaluna Sunaryanta  sedang menunjukkan produknya. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Enggan meninggalkan ilmu yang didapat saat bekerja Perhutani, seorang pensiunan asal Padukuhan Kebosungu 1, Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo Yatimin mendirikan Unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Shafanula. Sejak 2017 ia berfokus pada pengolahan tanaman serai wangi menjadi minyak atsiri.

"Prosesnya kalau sudah dipanen, dipotong daun serainya, dikeringkan, lalu disuling selama tiga jam, lalu jadi minyak," katanya saat ditemui di rumah produksinya Rabu (15/4).

Dalam satu kali melakukan proses penyulingan atau distilasi, ia memasukan satu kuintal serai wangi ke dalam tempat penyulingan untuk dijadikan minyak. Namun, di musim hujan dan kemarau hasil penyulingan daun serai wangi hingga menjadi minyak atsiri berbeda.

Baca Juga: Lewat Perayaan Seni Sehari Boleh Gila, Siapa Pun Bebas Berekspresi untuk Wujudkan Mimpi Masa Kecil dalam Waktu 12 Jam

"Hasil minyak musim penghujan hanya 500  sampai 600 mili liter, musim kemarau 800 sampai satu liter," bebernya.

Kegunaan minyak tersebut biasanya digunakan untuk pijak. Dijual dengan harga Rp 250 ribu per liter. Dipasarkan di DIY dan Banyumas. "Sebulan bisa menghasilkan lima kuintal daun serai, jadi 25 liter minyak," katanya.

Penghasilan yang didapatnya dalam sebulan bisa mencapai sekitar Rp 6,5 juta. Pembuatan minyak atsiri ini pun menghasilkan limbah. Namun, ia memilih untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi pupuk tanaman seperti cabai dan tomat.

Baca Juga: Hadapi Tiga Tim Papan Bawah, PSS Sleman Wajib Menang di Tiga Laga Sisa demi Tiket Promosi Langsung

Sementara itu, Koordinator UMKM Shafaluna Sunaryanta mengatakan, UMKM tersebut juga menjual minyak atsiri dengan kemasan 10 mililiter dibanderol Rp 10 ribu. Kemasan 10 mililiter Rp 30 ribu, dan 60 mililiter Rp 50 ribu. Selain disulap menjadi minyak untuk pijat, minyak atsiri juga dijadikan sabun. "Sabun batang harga Rp 5 ribu satunya," katanya.

Ia menjelaskan manfaat yang didapat dari minyak atsiri bisa mengobati luka akibat gigitan hewan berbisa. Selain itu, bisa menghilangkan stres, sakit kepala, dan sabun dari minyak atsiri bisa menjaga kesehatan kulit. (cin) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#serai wangi #Unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Shafanula #Dlingo #minyak atsiri #sabun