JOGJA - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) korban penggusuran yang sebelumnya menempati lahan di timur Jogja Expo Center (JEC) kembali melayangkan protes.
Mereka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Bantul itu merasa belum mendapatkan keadilan pasca digusur Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY tahun 2023 lalu.
Perwakilan APKLI Bantul Dwi Purwanti mengatakan, penggusuran yang dilakukan oleh pemprov tidak hanya menghilangkan tempat berdagang.
Namun juga merenggut sumber penghidupan para pedagang kecil yang menggantungkan pendapatan harian.
Baca Juga: Hujan Disertai Angin Guyur Kabupaten Sleman, Berikut Wilayah Terdampak
“Kami kehilangan mata pencaharian dan menghadapi ketidakpastian hidup bersama keluarga kami,” ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, lahan di timur JEC kini sudah rata dengan tanah.
Kemudian sejumlah aset dan dagangan milik PKL juga disita oleh pihak Satpol PP DIY.
Dwi memastikan, para PKL memahami pentingnya penegakan ketertiban kota.
Namun, mereka berharap kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta keberlangsungan hidup masyarakat kecil.
Lebih lanjut, para pedagang juga menyoroti dugaan ketidakkonsistenan dalam penataan kawasan.
Lantaran pasca penggusuran dilakukan justru muncul aktivitas perdagangan baru di lokasi yang sama.
Dwi mengaku, sudah menyampaikan segala keluhan pedagang kepada lembaga terkait.
Namun sampai saat ini para pedagang belum mendapatkan solusi pasti.
Baca Juga: Harga Emas Antam dan Galeri 24 Hari Ini Per Rabu 15 April 2026 Naik, Berikut Daftar Harga!
Kondisi tersebut membuat para pedagang kecewa lantaran pengaduan masyarakat tidak kunjung mendapatkan kepastian.
“Oleh karena itu kami berharap pemerintah dapat mendengar serta memahami jeritan hati kami,” tandasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin