BANTUL - PDAM Bantul menyiapkan sejumlah langkah antisipasi kekurangan air saat musim kemarau. Yakni dengan cara pemeliharaan rutin terhadap pompa air dan menyiapkan pompa cadangan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Projotamansari Bantul Arinto Hendro Budiantoro mengatakan, adanya pemeliharaan pompa agar tidak terjadi gangguan teknis saat beban distribusi meningkat. “Sehingga diharapkan tidak terjadi kerusakan ataupun gangguan yang berarti,” katanya Selasa (14/4).
Selain itu, pompa cadangan untuk mengantisipasi terjadi kerusakan pada salah satu instalasi. “Kami juga bekerja sama dengan SPAM regional Kartamantul. Artinya, ketika ada gangguan di instalasi existing kami, kami bisa minta suplai tambahan,” jelasnya.
Wilayah Bantul bagian barat seperti Sedayu, Pajangan, Kasihan, dan sekitarnya akan difokuskan terkait dengan penambahan pompa jika terjadi kerusakan. Antisipasi ini dilakukan agar memastikan distribusi air bersih tetap berjalan dengan lancar. Walaupun saat ini telah memasuki musim kemarau, ia mengatakan, kondisi kapasitas air saat ini masih cukup aman.
Baca Juga: Kontes Layanan Honda Regional (KLHR) 2026, Astra Motor Yogyakarta Siapkan Kandidat Layanan Terbaik
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, untuk mengantisipasi musim kemarau pihaknya telah melakukan berbagai langkah. Tanki droping air telah disiapkan untuk memberikan bantuan terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kekeringan. Seperti Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, Pandak, dan Srandakan.
“Berapa liternya, droping air nantinya tergantung kebutuhan lokasi, kita hitung jumlah pemakai dan penduduknya,” katanya.
Lalu terkait dengan antisipasi kebakaran saat musim kemarau, BPBD Bantul telah menyiapkan tujuh mobil pemadam kebakaran berserta personel pemadam kebakaran yang disiagakan 24 jam. Pihaknya juga bekerja sama dengan Tagana, Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan di masyarakat untuk mengantisipasi terjadi dampak dari kekeringan. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita