Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangkau Daerah Terpencil, Dishub Bantul Ajukan Dua Rute Angkutan Perintis ke Kementerian Perhubungan

Cintia Yuliani • Minggu, 12 April 2026 | 12:26 WIB
PENGAJUAN: Ilustrasi angkutan umum Trans Jogja di Terminal Palbapang. Dua rute angkutan perintis tengah diajukan ke Kementerian Perhubungan oleh Dishub Bantul - Cintia Yuliani/Radar Jogja
PENGAJUAN: Ilustrasi angkutan umum Trans Jogja di Terminal Palbapang. Dua rute angkutan perintis tengah diajukan ke Kementerian Perhubungan oleh Dishub Bantul - Cintia Yuliani/Radar Jogja

 BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul tengah mengajukan dua rute angkutan perintis ke Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dua rute tersebut berada di jurusan Terminal Imogiri - Selopamioro - Panggang dan jurusan Dlingo - Terminal Imogiri - Terima Palbapang. 

Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul Ganis Pratomo Wibowo mengatakan, pengajuan rute angkutan perintis sudah diajukan dari tahun 2025 dan di awal tahun ini pihaknya telah melakukan verifikasi atau tinjauan bersama Kementerian Perhubungan. 

"Hasil verifikasi secara prinsip sudah tidak ada masalah tinggal menunggu ketersedian anggaran di Kementerian Perhubungan," jelasnya Minggu (12/4). 

Baca Juga: Frank Lampard Akui Ada Ketegangan di Coventry City Jelang Promosi ke Premier League

Tujuan dari adanya rute angkutan perintis ini agar angkutan umum dapat menjangkau daerah yang tidak terlalu ramai agar masyarakat di daerah terpencil bisa mengaksesnya. 

Terkait dengan jumlah bus dari dua rute tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab yang menentukan dari Kementerian Perhubungan. 

"Saat ini belum ada rute angkutan perintis di Bantul, makannya kita usulkan untuk jurusan atau daerah terluar," bebernya. 

Jika angkutan umum di dua rute tersebut sudah bisa dijalankan, masyarakat yang menggunakan angkutan umum di dua rute tersebut bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sehingga biayanya akan jauh lebih murah. 

"Misalnya harusnya biaya operasional Rp 10 ribu, mungkin masyarakat bisa bayar Rp 5 ribu, sisanya ditanggung pemerintah," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, sebelum mengajukan dua rute ini, pihaknya telah berdiskusi dengan pihak kalurahan setempat.  

"Kami usulkan dan melalui beberapa tahapan diantaranya mengundang dan mengajak diskusi pihak-pihak terkait Desa Selopamioro dan Desa Terong, Dlingo," bebernya. 

Ia berharap, usulan rute angkutan perintis di Bantul ini bisa terealisasikan di tahun 2026.

Baca Juga: Pep Guardiola: Manchester City Tau Apa Yang harus Dilakukan Dalam Perebutan Gelar Lawan Arsenal

Sehingga masyarakat di daerah tertinggal atau terpinggirkan bisa mengakses angkutan umum dan memudahkan akses masyarakat ke tengah Kota Bantul. 

"Diharapkan bisa menjangkau perekonomian di Kabupaten Bantul dan mengurangi potensi kecelakaan," pintanya. (cin)

Editor : Bahana.
#bptd diy #jalur perintis #Yogyakarta #Kementerian Perhubungan RI #Dinas Perhubungan Bantul