BANTUL - Pemkab Bantul telah menerapkan work from home (WFH) merujuk pada SE Bupati Nomor B/000.8.3/02449/ORG setiap hari Jumat. Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang melaksanakan WFH adalah Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bantul.
Kepala Diskominfo Bantul Bobot Ariffi' Aidin mengatakan, mulai Jumat (10/4) aparatur sipil negara (ASN) di instansinya menerapkan WFH dan WFO. "Persentasenya kira-kira di angka 50 persen WFH, 50 persen WFO dari jumlah total ASN 90 orang," jelasnya di Pemkab Bantul Kompleks Parasamya, Jumat (10/4).
Ia mengatakan, ASN yang WFH adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah. Namun ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik meskipun WFH. "Di rumah tetap kerja, jadi kita berikan surat tugas," tuturnya.
Di dalam surat tugas itu, terdapat tugas-tugas yang harus dikerjakan dan wajib melaporkan hasil kerjanya beserta lampiran bukti dokumen. Poin yang didapat oleh ASN juga harus memenuhi minimal 5.5 poin. "Artinya untuk pelaksanaan WFH tidak kemudian di rumah nggak ngapa-ngapain," bebernya.
Selain diberikan surat tugas, ponsel ASN yang melaksanakan WFH wajib tetap aktif. Apabila sewaktu-waktu ASN yang sedang WFH mendapat tugas yang harus dikerjakan di kantor, pihak instansi akan menghubungi yang bersangkutan untuk datang.
Terkait presentasi, ASN yang WFH bisa mengisi daftar hadir lewat aplikasi seperti biasa masuk pukul 07.30 dan pulang 15.30. Namun ia belum bisa memastikan cara ini bisa efektif untuk mengurangi BBM atau tidak. Sebab baru dimulai pelaksanaan WFH.
Baca Juga: Pemkab Bantul Akan Terapkan WFH bagi ASN Minggu Depan
Nantinya, hasil evaluasi dapat terlihat jika sudah melaksanakan WFH selama satu bulan. "Jadi tanggal satu bulan berikutnya kita diminta untuk menyampaikan laporan ke Pak Bupati tentang pelaksanaan WFH," katanya.
Selain itu, karena WFH dan jumlah ASN yang bekerja di kantor berkurang, AC dan lampu juga sebagian dimatikan untuk menghemat energi.
Menurut pantauan Radar Jogja di ruang kerja Diskominfo Bantul, banyak kursi kerja yang tidak ditempati karena sebagian ASN bekerja di rumah. Contohnya di ruangan Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Diskominfo Bantul juga terdapat tiga AC, dua lainnya dimatikan untuk menghemat energi.
Kendati dekimian, ASN yang melaksanakan work from office (WFO) di kantor juga melakukan penghematan energi. Beberapa ada yang menggunakan sepeda untuk mengurangi bahan bakar minyak (BBM). Terlihat pula belasan sepeda yang terparkir di Pemkab Bantul Kompleks Parasamya. Namun, masih banyak motor dan mobil yang terparkir.
Baca Juga: Bakal Jadi Pedoman Resmi Pengembangan Pansela, Pemkab Bantul Segera Legalkan Masterplan lewat Perbup
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Bantul Rachmanto mengatakan, ia termasuk ASN yang melaksanakan WFO. Rachmanto memilih untuk mengendarai sepeda ke kantornya demi penghematan BBM. "Saya menggunakan sepeda mengikuti arahan dari pimpinan, malah diwajibkan," katanya.
Biasanya ia menggunakan sepeda motor empat kilometer dari rumahnya yang berada di Kapanewon Pajangan dengan jarak tempuh 15 menit. Namun demi menghemat energi ia menggunakan sepeda dengan waktu tempuh lebih lama selama 25 menit. "Malah sehat, itung-itung olahraga," ungkapnya. (cin/laz)