Kepala Diskominfo Bantul Bobot Ariffi' Aidin mengatakan, mulai Jumat (10/4) Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansinya menerapkan WFH dan WFO.
"Prosentasi kira-kira di angka 50 persen WFH, 50 persen WFO dari jumlah total ASN 90 orang," jelasnya saat ditemui di Pemkab Bantul Kompleks Parasamya Jumat (10/4).
Ia mengatakan, ASN yang WFH adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah. Namun, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik meskipun WFH.
"Di rumah tetap kerja, jadi kita berikan surat tugas," tuturnya.
Di dalam surat tugas tersebut, terdapat tugas-tugas yang harus dikerjakan dan wajib melaporkan hasil kerjanya beserta lampiran bukti dokumen. Poin yang didapat oleh ASN juga harus memenuhi minimal 5.5 poin.
Baca Juga: MBG Lima Hari Dalam Sepekan Berlaku di Seluruh Sekolah di Kulon Progo
"Artinya untuk pelaksanaan WFH tidak kemudian di rumah ngga ngapa-ngapain," bebernya.
Selain diberikan surat tugas, ponsel ASN yang melaksanakan WFH wajib tetap aktif. Apabila sewaktu-waktu ASN yang sedang WFH mendapat tugas yang harus dikerjakan di kantor, pihak instansi akan menghubungi yang bersangkutan untuk datang ke kantor.
Terkait dengan presentasi, ASN yang WFH bisa mengisi daftar hadir lewat aplikasi seperti biasa masuk pukul 07.30 dan pulang 15.30.
Namun, ia belum bisa memastikan cara ini bisa efektif untuk mengurangi BBM atau tidak. Sebab baru dimulai pelaksanaan WFH. Nantinya, hasil evaluasi dapat terlihat jika sudah melaksanakan WFH selama satu bulan.
"Jadi tanggal satu bulan berikutnya kita diminta untuk menyampaikan laporan ke Pak Bupati tentang pelaksanaan WFH," katanya.
Selain itu, karena WFH dan jumlah ASN yang bekerja di kantor berkurang, AC dan lampu juga sebagian dimatikan untuk menghemat energi.
Menurut pantauan Radar Jogja di ruang kerja Diskominfo Bantul banyak kursi kerja yang tidak ditempati karena sebagian ASN bekerja di rumah. Contohnya di ruangan Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Diskominfo Bantul juga terdapat tiga AC, dua lainnya dimatikan untuk menghemat energi.
Kendati dekimian, ASN yang melaksanakan work from office (WFO) di kantor juga melakukan penghematan energi. Beberapa ada yang menggunakan sepeda untuk mengurangi bahan bakar minyak (BBM). Terlihat pula belasan sepeda yang terparkir di Pemkab Bantul Kompleks Parasamya.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia Lawan Vietnam di Semifinal ASEAN Fustal Championship 2026
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo Bantul Rachmanto mengatakan, ia termasuk ASN yang melaksanakan WFO. Rachmanto memilih untuk mengendarai sepeda ke kantornya demi penghematan BBM.
"Saya menggunakan sepeda mengikuti arahan dari pimpinan, malah diwajibkan," katanya.
Biasanya ia menggunakan sepeda motor empat kilometer dari rumahnya yang berada di Kapanewon Pajangan dengan jarak tempuh 15 menit. Namun, demi menghemat energi ia menggunakan sepeda dengan waktu tempuh lebih lama selama 25 menit.
"Malah sehat, itung-itung olahraga," pungkasnya. (cin)
Editor : Bahana.