Pedagang bahan pokok di Pasar Imogiri Sutisik sedang menunggu pembeli ke lapaknya Minggu (29/3). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)BANTUL - Pasca-libur Lebaran, harga bahan pokok (bapok) di Bantul mengalami pergerakan yang fluktuatif. Sejumlah komoditas terpantau mengalami penurunan, namun ada pula yang justru naik. Meski demikian, secara umum kondisi pasokan di pasar tradisional masih relatif stabil.
Pedagang bahan pokok di Pasar Imogiri Sutisik, 58, mengatakan cabai merah besar mengalami penurunan harga cukup signifikan, dari sebelumnya Rp 40 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit juga turun dari Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.
"Bawang putih Rp 34 ribu, bawang merah Rp 35 ribu, nggak naik masih stabil," katanya saat ditemui di Pasar Imogiri Minggu (29/3).
Untuk komoditas lain, harga beras masih stabil di kisaran Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Namun, gula pasir mengalami kenaikan dari Rp 17 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. "Naik dari habis Lebaran," katanya.
Selain itu, telur ayam juga mengalami kenaikan harga dari Rp 28 ribu menjadi Rp 29 ribu per kilogram.
Sutisik menambahkan, penjualan sempat meningkat menjelang Lebaran, tepatnya sejak H-3. Ia mencontohkan, penjualan beras dan cabai yang biasanya sekitar 10 kilogram per hari, sempat naik menjadi 13 kilogram per hari. "Kalau sekarang penjualan sudah seperti biasa tidak ada kenaikan," terangnya.
Sementara itu, pedagang daging ayam di Pasar Imogiri Mujinah, 64, mengatakan, harga daging ayam justru mengalami sedikit penurunan. Dari Rp 45 ribu menjadi Rp 44 ribu per kilogram. "Pas mau Lebaran ada kenaikan penjualan bisa sampai 50 kilogram, kalau hari bisa 20 sampai 30 kilogram per hari," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul Prapta Nugraha mengatakan, meski harga bapok cenderung fluktuatif setelah Lebaran, ketersediaan stok di pasar-pasar wilayah Bantul masih dalam kondisi aman. "Stok Insyaa Allah aman," tuturnya.
Ia juga memastikan selama periode libur Lebaran tidak ditemukan indikasi penimbunan komoditas. Hal ini menunjukkan distribusi bahan pokok di Bantul berjalan dengan baik. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga untuk menjaga stabilitas bapok di pasaran. (cin)