BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kemarau panjang dalam waktu dekat, terutama untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.
Salah satunya dengan menyalurkan bantuan ratusan pompa air kepada petani guna mengurangi risiko kekeringan.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, sebanyak ribuan pompa existing telah disiapkan.
Nantinya, pompa ini difungsikan untuk menyuplai kebutuhan lahan lahan pertanian di Bantul.
“Tahun 2026 ini petani di Bantul mendapatkan 160 pompa air, itu bisa membantu memenuhi kebutuhan pertanian,” katanya Jumat (27/3/2026).
Bantuan pompa air tersebut, kata dia, tersebar merata di kalurahan. Pompa air dapat terhubung dengan sumber-sumber air yang berada di daerah pertanian yang ada di Bantul.
Seperti di Bumi Projotamansari yang memiliki banyak sumber air yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertanian.
“Insya Allah, aliran air itu masih ada airnya, lahan pertanian kita masih aman,” ujarnya.
Dia menyebut, terdapat enam sungai yang menjadi sumber pengairan di Bantul. Beberapa di antaranya Sungai Bedog, Opak, dan Winongo.
Baca Juga: Perkuat Budaya #Cari_Aman, Astra Motor Yogyakarta Ajak Wisata Edukatif Keselamatan Berkendara
Ada pula beberapa titik pertanian yang menggunakan sumur bor, sumur air dalam yang bisa digunakan saat musim kemarau tiba.
“Kami merekomendasikan para petani menanam tanaman yang tidak butuh banyak air seperti holtikultura atau padi yang umurnya pendek,” sarannya.
Instansi ini pun bekerja sama dengan badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar bisa mengetahui cuaca secara resmi.
Sehingga nantinya tidak terjadi gagal panen saat musim kemarau tiba.
“Kami harapkan tingkat kegagalan panen kecil atau minim, walaupun ada musim kemarau panjang,” katanya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita