BANTUL - Kasus tanah bergerak di Kabupaten Bantul tidak hanya terjadi di Perumahan Graha Sedayu di Kapanewon Sedayu. Kasus serupa juga menimpa warga di Perumahan Taman Semesta Asri, Padukuhan Guwo RT 3, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan.
Peristiwa yang terjadi Kamis (26/2) lalu itu, mengakibatkan satu rumah roboh dan 19 rumah mengalami kerusakan. Komandan TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mahardika Sasco Sujatmiko menyebut, 14 rumah mengalami rusak parah dan tidak bisa dihuni.
"Untuk rumah sudah tidak ditempati, mengingat bangunan sudah rusak parah,” jelasnya Minggu (8/3). Ia menjelaskan, kronologi kejadian di hari Kamis siang (26/2) sekitar pukul 12.00 Dukuh Guwo mendapatkan laporan dari warga adanya gerakan tanah.
Gerakan tanah itu juga mengakibatkan satu pohon jati tumbang menimpa rumah yang tidak berpenghuni. Kemudian beberapa hari terakhir tanah semakin turun menyebabkan beberapa rumah di perumahan itu juga mengalami kerusakan parah dan tidak bisa dihuni.
Dikatakan, jika terjadi longsor susulan dikhawatir mengancam delapan kepala keluarga (KK) dengan 22 jiwa di bawah pemukiman perumahan tersebut. Sebab, rumah delapan KK itu berada langsung di jalur potensi longsor.
Panewu Pajangan Anjar Arintaka Putra mengatakan, kedalaman tanah yang ambles mencapai sekitar 2,5 meter. Faktor penyebabnya karena kurangnya resapan air, struktur tanah gembur dan berkapur, kontur lahan tidak ada terasering, tidak ada pembatas, dan tidak adanya talut yang memadai.
"Tanah bergerak kira-kira kurang lebih 10 centimeter setiap hari ke arah bawah pemukiman,” terangnya. Dari 19 rumah terdampak, saat ini penghuninya telah berpindah ke rumah sebelum menempati rumah di perumahan itu. Sedangkan satu rumah yang roboh diketahui tidak berpenghuni.
Ia mengatakan, BPBD Bantul dan tim ahli geologi pada Senin (9/3) akan langsung melakukan survei ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut. Phak pengembang juga telah melakukan tindakan dengan membuat dan membersihkan saluran air menggunakan alat berat. Tujuannya agar tidak ada genangan di lokasi perumahan.
"Kepada warga untuk senantiasa waspada dan berhati-hati. Kalau muncul kejadian-kejadian yang biasa membahayakan, segera melaporkan," pinta Anjar. (cin/laz)