BANTUL - Proses pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) akan dimulai pada tahap proses pematangan lahan pada Maret. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul pun telah mempersiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk mendukung proyek ini.
"Sudah dianggarkan oleh Pak Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho Selasa (24/2).
Besaran dana itu berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bantul dan saat ini masih menunggu proses lebih lanjut.
Nantinya, pemerintah tingkat kabupaten hanya akan menyiapkan lahan, termasuk transporter dan depo transit sampah. Sedangkan pematangan lahan dilakukan oleh Pemprov DIY. Lokasinya berada di Kapanewon Piyungan dengan luasa sekitar 5,7 hektare dan sudah mengantongi izin gubernur. "Artinya tidak ada soal pembebasan lahan dan pemkab tidak mengurus hal tersebut," sebutnya.
Dia mengatakan, pembangunan PSEL membutuhkan waktu lama. Sebab yarget pengoperasian dijadwalkan masih di tahun 2028. Nantinya, mampu menampung kapasitas 1.000 ton sampah dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul per hari.
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa mengolah sampahnya masing-masing sesuai dengan panduan dari pemerintah kabupaten/kota agar tidak terjadi ledakan sampah. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita