BANTUL – Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Bantul Rabu (18/2/2026) lalu, tak hanya berdampak pada kerusakan fasilitas publik.
Melainkan menyebabkan tiga orang mengalami luka-kuka hingga dirawat di rumah sakit.
Ketiga korban berasal dari Banguntapan, Sewon, dan Kasihan. Salah satunya karena tertimpa atap.
Perawatan yang dilakukan tersebar di RSI Hidayatullah, RSUD Panembahan Senopati, dan RS PKU Bantul.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budi Raharja memastikan, korban bencana baik luka maupun yang membutuhkan perawatan akan diberikan jaminan biaya perawatan.
“Jadi sampai saat ini kita masih tunggu update dari dinkes dan BPBD termasuk perusakannya, dan lai-lain,” katanya Kamis (19/2/2026).
Dia mengatakan, dampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya pada Rabu cukup tinggi.
Bahkan fasilitas publik seperti kantor pemkab ikut terkena dampaknya. Beberapa kebocoran atap kantor dinas terjadi, sehingga perlu adanya identifikasi dan perbaikan.
“Juga nanti fasilitas publik lainnya (identifikasi dan perbaikan),” ujarnya.
Saat ini, masih dilakukan proses identifikasi dan fokus membersihkan reruntuhan yang mengganggu akses layanan publik terutama di beberapa jalan.
“Tapi sekali lagi yang luka dan dirawat sama dengan faktor gempa kemarin, semua akan ada kehadiran kita,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, dampak hujan deras dan angin kencang mengakibatkan 85 titik terdampak.
Puluhan titik tersebut terdiri dari pohon tumbang, angin kencang, gerakan tanah, dan banjir.
Pohon tumbang terjadi di 16 kapanewon, yakni Kasihan 16 titik, Sewon 11 titik, Bantul 8 titik, Sanden dua titik, Pleret tiga titik, Jetis tiga titik, Sedayu lima titik, Kretek satu lokasi, Imogiri dua titik, Banguntapan satu titik, Pandak tiga titik, Srandakan satu titik, Dlingo satu titik, Pajangan sembilan titik, dan Piyungan lima titik
Angin kencang berada di Piyungan satu lokasi, Pajangan dua lokasi, Kasihan dua lokasi, Banguntapan satu lokasi, dan Bantul satu lokasi.
“Gerakan tanah berada di Piyungan dua lokasi, banjir lima lokasi di Piyungan,” bebernya.
Objek terdampak mengakibatkan akses jalan sebanyak 24 lokasi tertutup, rumah 36 lokasi, kandang ternak tiga lokasi, fasilitas pendidikan satu lokasi, kendaraan dua unit, dan lain-lain. (cin/wia)