BANTUL - Pemkab Bantul mencatat 20 titik infrastruktur mengalami kerusakan dan 31 orang mengalami luka-luka akibat gempa, Jumat (6/2/2026). Sekda Agus Budi Rahardjo menyebut rinciannya 11 rumah penduduk, dua tempat ibadah, empat fasilitas pemerintah, dan satu fasilitas non-pemerintah berupa halaman parkir PMI Bantul.
Kerusakan paling parah terjadi di Kantor Samsat Sewon. Selain itu, kerusakan juga terjadi di Gedung Bappeda, eks perpustakaan, dua fasilitas pendidikan yakni SDN Jetis dan SMPN 1 Jetis, serta satu fasilitas kesehatan. “Rata-rata rusak ringan, kecuali Samsat,” ujarnya.
Sementara untuk korban, hingga saat ini teridentifikasi 31 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, delapan orang masih menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan. Para korban dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatma, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, RSU Prambanan, serta Puskesmas Sanden.
Agus menambahkan, Pemkab Bantul meminta BPBD Bantul bersama jajaran Kodim dan Polres Bantul melanjutkan proses identifikasi agar data kerusakan dan korban semakin lengkap. "Termasuk kemungkinan ada fasilitas publik atau rumah penduduk yang terlewat, serta korban luka yang belum terdata,” katanya.
Pemkab Bantul juga meminta BPBD dan seluruh pihak terkait untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi bencana. "Kita berada di daerah sesar yang relatif sering terjadi gempa. Masyarakat seharusnya tidak panik, tetapi memahami cara melindungi diri, jalur evakuasi, dan titik kumpul,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh korban luka bukan disebabkan oleh robohnya bangunan, melainkan akibat kepanikan saat menyelamatkan diri. "Ada yang kejedot, jatuh, dan sebagainya karena belum sesuai dengan edukasi yang diberikan,” ujarnya.
Terkait pembiayaan perawatan korban luka yang masih dirawat, Agus memastikan pemerintah daerah akan hadir. Nantinya jika tidak bisa dijamin oleh BPJS, akan diambilalih oleh Pemkab Bantul untuk pembiayaan administrasi rumah sakit. “Jadi masyarakat tidak usah khawatir,” tegasnya.
Proses identifikasi rumah warga yang rusak masih terus dilakukan. Namun berdasarkan pantauan awal, mayoritas kerusakan rumah masuk kategori ringan. "Kami harapkan bisa diperbaiki dengan gotong royong bersama, dengan dukungan Kodim 0279 Bantul, Polres Bantul, BPBD, dan relawan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, tidak menutup kemungkinan terdapat warga yang mengalami trauma psikis akibat gempa yang terjadi hari ini. “Mungkin juga ada, karena sudah lama tidak terjadi gempa dengan kekuatan sebesar ini,” katanya.
Namun berdasarkan laporan dari petugas puskesmas, kondisi itu bersifat sementara. Memang, kata dia, terdapat warga yang tidak berani masuk ke dalam rumah setelah adanya gempa. Namun selang satu jam masyarakat baru memberanikan diri masuk ke dalam rumah.
Agus menambahkan, apabila terdapat warga yang mengalami trauma psikis dan membutuhkan pendampingan, masyarakat dapat berkonsultasi ke puskesmas. "Di beberapa puskesmas sudah ada psikolog, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan layanan itu untuk konsultasi,” tandasnya.
Sementara ittu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin menyebutkan, 15 korban terdampak menjalani perawatan jalan akibat luka di tangan dan kaki serta benturan. Adapun korban yang mengalami patah tulang harus menjalani rawat inap.
"Ada yang kepalanya terbentur bangunan, lari dari rumah, sempat pingsan, tapi sudah sadar jam 7 tadi,” jelasnya. Rinciannya, tiga dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, enam di RSUD Panembahan Senopati, dua orang di RSUD Saras Adyatma, satu orang di RSU Permata Husada, serta masing-masing satu orang di RSU Prambanan, RSU St. Elisabeth, dan Puskesmas Sanden.
Lokasi yang terdampak berada di Kapanewon Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. “Belum ada yang mengungsi, karena informasi sampai siang ini rumah masih bisa dihuni,” katanya.
Mujahid mengatakan pihaknya juga menyampaikan pendataan masih terus dilakukan dan data yang ada bersifat sementara. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mendasarkan informasi pada sumber resmi pemerintah.
Masyarakat juga disarankan mengakses informasi melalui laman BMKG atau berkomunikasi langsung dengan Pusdalops PB BPBD Bantul melalui WhatsApp maupun telepon, khususnya jika terdapat warga terdampak agar segera dilaporkan. (cin/laz)
Editor : Herpri Kartun