Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Optimalkan Study Tour, Bidik Kemandirian Fiskal Daerah: Manfaatkan Sumber Daya Lokal dengan Lakukan Dua Hal Ini..

Cintia Yuliani • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:42 WIB

 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

BANTUL -  Pemkab Bantul tengah mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal melalui sektor pariwisata yang dihubungkan dengan sektor pendidikan.

Mengingat, sekitar 60 persen wisatawan berasal dari segmen pelajar.

Dengan begitu, ada implikasi positif untuk mendongkrak kemandirian fiskal daerah.

 Baca Juga: Simulasi Embarkasi Haji Kulon Progo Tahap Dua Digelar, Kesiapan 80 Persen: Alur bagi Jemaah Rentan Jadi Catatan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, sistem pendidikan harus mengikuti orkestrasi gerak ekonomi yang sedang dibangun. Tidak boleh ada ego sektoral antarbidang.

Salah satunya, dari kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah, diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk jasa usaha pariwisata di Bantul. 

Mulai dari transportasi menggunakan bus berpelat AB Bantul, penggunaan biro perjalanan atau travel agent Bantul, hingga jasa usaha lainnya. 

 Baca Juga: MPP Diserbu untuk Reaktivasi usai Puluhan Ribu Warga Dinonaktifkan Kepesertaan PBI BPJS Kesehatan

"Sehingga terjadi konsolidasi sumber daya ekonomi dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya saat acara Promosi Destinasi Wisata Mangunan dan Potensi Jasa Usaha Lokal di Imogiri Kamis (5/2/2026). 

Dia menjelaskan, perusahaan jasa pariwisata yang digunakan juga akan menyumbang pajak ke Bantul.

Dengan demikian, terjadi konsolidasi keuangan daerah. Hal ini penting di tengah tuntutan kemandirian fiskal daerah, terlebih adanya pemotongan transfer keuangan ke daerah yang mencapai lebih dari Rp 200 miliar dan hampir mendekati Rp 300 miliar.

 Baca Juga: Pemkot Jogja Waspadai Penyebaran Virus Nipah, Masyarakat Diminta Tidak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Hewan

“Kemandirian fiskal itu artinya pembiayaan pembangunan daerah sejauh mungkin disediakan secara mandiri. Karena saat ini transfer ke daerah dipotong,” katanya.

Terlebih, hingga saat ini di wilayah DIY tidak pernah ada larangan kebijakan study tour. Ini bisa ditangkap positif untuk pengoptimalan sumber daya lokal serta meningkatkan ekonomi daerah melalui dua sektor tersebut.

“Bantul tidak ikut-ikutan kebijakan yang emosional. Kita memilih pendekatan yang rasional,” tegasnya.

 Baca Juga: Efek Domino di Simpang Tape Ketan Muntilan, Tabrakan Beruntun Tiga Truk gegara Sopir Mengantuk

Meski, dia menekankan study tour tidak bersifat wajib, namun dinilai penting bagi siswa agar memiliki pengalaman dan wawasan tentang dunia luar.

Jika terdapat keberatan dari wali murid, dapat diselesaikan melalui musyawarah.

“Dari sisi edukasi, study tour tetap bermanfaat. Kalau ada problem, mari diselesaikan, bukan lalu melarang secara mutlak,” terangnya.

 Baca Juga: Jangan Dulu Panik bila Tiba-Tiba Status Peserta BPJS PBI Tak Aktif, Begini Cara Mengaktifkan Kembali

Karena itu, ia mendorong, penggunaan sarana transportasi dan biro perjalanan dari Bantul agar pemanfaatan sumber daya lokal dapat optimal dan arus keluar uang dari Bantul dapat diminimalisasi.

“Kalau armada dan travel dari luar Bantul, pajaknya dibayar di sana, bukan di sini. Padahal uangnya dari Bantul,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, pentingnya memberdayakan koperasi di antaranya adalah travel di Bantul. 

Sehingga harapannya satuan pendidikan di Bantul dapat menggunakan kendaraan dari Bantul untuk study tour

"Supaya nanti dampaknya, seperti kata Pak Camat Sedayu menyampaikan, jajal bisa ngelarisi konco," katanya. 

Selain itu, kendaraan yang akan digunakan untuk study tour wajib menggunakan kendaraan yang layak jalan.

"Harus ada bukti bahwa sudah diperiksa dan layak jalan oleh dinas perhubungan," tambahnya. (cin/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#study tour #kemandirian fiskal #Pemkab Bantul #Pajak #Sumber Daya Lokal #Halim Abdul Muslih