BANTUL - Kesadaran guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) terhadap pentingnya edukasi lalu lintas sejak dini semakin meningkat.
Ini terbukti dari sekolah yang secara mandiri mengajukan permohonan kegiatan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salut Tenan).
Plt Kepala Bidan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mengatakan, pada awal pelaksanaan program yang digulirkan sejak 2024 lalu, aktif mendatangi sejumlah TK dan Paud untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas.
Namun seiring berjalannya waktu, guru-guru mulai menyadari pentingnya program tersebut dan secara mandiri mengajukan permohonan agar Dishub Bantul hadir sebagai narasumber.
“Ini merupakan kemajuan yang perlu disyukuri, karena masyarakat mulai peduli tentang kesempatan lalu lintas,” katanya Kamis (22/1/2026).
Program ini bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Menurut Toto, anak-anak usia dini dinilai lebih mudah menerima materi edukasi, khususnya terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Pelaksanaan program dilakukan melalui sosialisasi langsung ke masing-masing TK, Paud, maupun kelompok bermain.
Materi disampaikan dengan menyesuaikan usia anak, melalui permainan edukatif dan nyanyian agar mudah dipahami.
Selain mendorong partisipasi sekolah, dishub juga mengajak keterlibatan orang tua.
Program Salut Tenan dikemas sekaligus sebagai edukasi parenting, khususnya bagi orang tua yang mengantar anak ke sekolah, agar turut memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dishub Bantul juga mengupayakan agar materi Salut Tenan dapat terintegrasi ke dalam kurikulum pembelajaran di lingkungan TK dan Paud di Kabupaten Bantul.
Ia menyebutkan, pada awal tahun ini telah banyak pengajuan program tersebut secara mandiri dari sejumlah sekolah.
Salah satunya RA Masyitoh Lanteng Selopamioro yang mengawali kegiatan pada Selasa (20/1/2026) dengan melibatkan 40 siswa.
“Kemarin bertempat di kantor dishub belajar rambu lalu lintas, alat atau moda transportasi yang kita sediakan, dan mengedukasi keselamatan lalu lintas,” jelasnya.
Sementara itu, Jasa Pelaksana Pengelola Terminal Palbapang Dishub Bantul Dedi Setiyawan menambahkan, setelah mendapatkan edukasi dasar, para siswa diajak berkunjung menggunakan bus sekolah ke Terminal Palbapang.
“Anak-anak diajarkan aktivitas ekonomi di Terminal Palbapang, ada ojek juga di sini. Dan diajarkan mengenai bus yang sesuai dengan standar yang baik,” tuturnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita