Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Labuhan Tahun Dal Diawali di Parangkusumo, Ritual Sakral Keraton Jogja untuk Menolak Bala dan Mohon Kesejahteraan

Cintia Yuliani • Senin, 19 Januari 2026 | 19:19 WIB

 

DILABUH KE LAUT: Abdi dalem Keraton saat prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Senin (19/1).
DILABUH KE LAUT: Abdi dalem Keraton saat prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, Senin (19/1).

BANTUL - Suasana khidmat menyertai rangkaian Hajad Dalem Labuhan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Senin (19/1). Prosesi sakral ini berlangsung dari Kantor Kapanewon Kretek hingga Cepuri Pantai Parangkusumo.

Panewu Kretek Cahya Widada menjelaskan, seluruh rangkaian prosesi diawali dengan serah terima ubarampe di Kantor Kapanewon Kretek. Dalam prosesi ini, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menerima langsung ubarampe labuhan.

Setelah itu, ubarampe diserahkan kepada juru kunci Parangkusumo untuk kemudian dilaksanakan ritual labuhan di Cepuri Parangkusumo. "Kami dari Kapanewon Kretek melaksanakan kegiatan ini atas dawuh Pak Bupati untuk prosesi labuhan,” jelasnya saat ditemui di Kantor Kapanewon Kretek.

Usai serah terima kepada Pemkab Bantul, ubarampe langsung dibawa kembali ke Cepuri Parangkusumo. Di lokasi itu dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh ubarampe yang akan dilabuh. Prosesi labuhan kemudian dilaksanakan dan disaksikan masyarakat.

Ia menyebutkan, pelaksanaan labuhan tahun ini memiliki kekhususan tersendiri karena bertepatan dengan Tahun Dal. Menurutnya, Tahun Dal dikenal sebagai tahun paling besar bagi keraton dalam pelaksanaan Labuhan. "Karena labuhan ini tidak hanya dilaksanakan di tiga tempat, tetapi empat tempat, termasuk di Petilasan Dlepih Wonogiri," terangnya.

Biasanya Wonogiri tidak melaksanakan labuhan ini. Namun tahun Dal ini di kabupaten itu melaksanakan Hajad Dalem Labuhan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama tiga tempat lainnya yakni Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Parangkusumo.

Ia berharap, tradisi ini membawa dampak ketenteraman dan kesejahteraan, khususnya bagi warga Kretek dan pelaku pariwisata di kawasan Parangkusumo.

"Ini tradisi keraton yang mengandung sejarah, keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Dengan dilaksanakannya labuhan ini, warga Kretek dan warga pariwisata bisa lebih tentram, bisa berusaha dengan baik, terutama di bidang pariwisata,” katanya.

Ia menambahkan, Parangkusumo sebagai destinasi wisata spiritual memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Dengan banyaknya wisatawan spiritual yang datang, diharapkan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat meningkat.

Sementara itu, Wakil Pengirit Abdi Dalem Juru Kunci Pemancingan Masbeko Suratno Trireja menambahkan, rangkaian Hajad Dalem Labuhan telah diawali sejak malam sebelumnya dengan kegiatan malam tirakatan  di Kagungan Dalem Joglo Cepuri Parangkusumo.

"Kami menyelenggarakan doa bersama, Tahlilan Ningrat, seperti yang biasa kami lakukan di Kagungan Dalem Cepuri Parangkusumo,” ungkapnya.

Selain doa bersama, kegiatan itu juga diisi berbagai kesenian sebagai bentuk dukungan terhadap Hajad Dalem Labuhan. Mulai dari salawatan, mocopat, hingga sendratari.

Terkait makna labuhan itu sendiri, Suratno menjelaskan Labuhan Keraton merupakan wujud rasa syukur Ngarso Dalem atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui.

"Labuhan ini sebagai ungkapan syukur atas anugerah dan kejayaan yang diberikan. Tidak hanya untuk Keraton Jogja tetapi juga untuk Jogjakarta dan Indonesia secara umum,” jelasnya.

Selain itu, labuhan juga menjadi upaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Melalui ritual ini, manusia diajak untuk berintrospeksi dan menyelaraskan keinginan lahir dan batin.

Insya Allah segala hal yang berkaitan dengan bala bisa diminimalisasi. Sehingga kita mendapatkan ketenteraman, ketenangan, keberkahan, dan kebahagiaan,” jelasnya.

Adapun ubarampe yang diserahterimakan sebanyak sembilan macam yakni nyamping cinde abit, nyamping limar, nyamping cangkring, semekan son, semekan gadung epen, semekan gadung mlati, semekan jenggo tepen, semekan udorogo tepen, serta semekan tulak. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Cepuri Parangkusumo #Labuhan Karaton #labuhan #keraton jogja #Abdi Dalem #Pemkab Bantul #pantai parangkusumo #tahun dal