Anggaran Terbatas, Kolaborasi Jadi Strategi Dispusip Bantul untuk Tingkatkan Budaya Literasi
Cintia Yuliani• Minggu, 11 Januari 2026 | 20:57 WIB
RAMAI: Suasana Perpustakaan Daerah Bantul di lantai satu Sabtu (16/8/25).
BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul terus berupaya meningkatkan budaya literasi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Berbagai program tetap dijalankan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, sekolah, hingga masyarakat desa.
Kepala Dispusip Bantul Dian Mutiara Sri Rahmawati mengatakan, upaya peningkatan literasi tetap menjadi prioritas meskipun sejumlah kegiatan harus disesuaikan.
“Efisiensi anggaran ini sangat berarti. Banyak kegiatan yang biasanya berjalan rutin menjadi tidak berjalan. Namun, kami menyiasatinya dengan memperkuat kolaborasi,” ujarnya Minggu (11/1).
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekolah, serta perpustakaan sekolah.
Dispusip Bantul juga membuka layanan peminjaman buku secara kolektif melalui perjanjian kerja sama. Sekolah maupun kelompok masyarakat dapat meminjam hingga ratusan judul buku selama dua hingga tiga bulan, kemudian ditukar kembali dengan koleksi lain.
“Kami bisa meminjamkan sekitar 100 judul buku secara kolektif. Setelah dikembalikan, bisa ditukar lagi. Ini salah satu strategi kolaborasi yang kami lakukan,” jelasnya.
Selain itu, Dispusip Bantul juga mengembangkan kegiatan literasi di sejumlah wilayah. Baik di tingkat kalurahan maupun kapanewon. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk pelajar, dengan jumlah pengunjung yang cukup tinggi.
Untuk literasi kalurahan pihaknya juga menggandeng anggota DPRD Bantul. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan ceramah guna membudayakan literasi di tengah masyarakat.
“Biasanya kami bekerja sama dengan bapak-bapak anggota dewan untuk melakukan sosialisasi literasi di desa,” tambahnya.
Program perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah dan kalurahan juga tetap dijalankan meski dengan intensitas yang berkurang.
Jika pada tahun lalu kegiatan tersebut rutin dilakukan hingga tiga kali dalam sepekan, tahun ini pelaksanaannya dibatasi karena minimnya dukungan anggaran.
"Kalau tahun ini sekolah yang mengundang kami, yang akan kami datangi untuk program perpustakaan keliling," katanya.
Setiap Jumat, Dispusip Bantul juga rutin menerima kunjungan kelompok pelajar. Kegiatan tersebut diisi dengan tur perpustakaan, pengenalan koleksi, hingga kegiatan mendongeng dan pemutaran video untuk anak-anak.
Sementara bagi pelajar SMP, Dispusip Bantul juga berkolaborasi dengan Bawaslu Bantul dalam memberikan edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula.
"Hal tersebut juga salah satu untuk meningkatkan budaya literasi sejak dini," terangnya.
Dian menilai budaya literasi di Bantul saat ini sudah tergolong baik. Berdasarkan hasil pengkajian Indeks Literasi Pembangunan Masyarakat yang pernah dilakukan, tingkat budaya literasi di Bantul berada di angka 90-an persen dan masuk kategori tinggi.
Sementara itu, Plt Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dispusip Bantul Muhammad Mufti Abdul Majid mengatakan, tingkat kunjungan Perpustakaan Daerah Bantul di tahun 2025 meningkatkan dibanding tahun sebelumnya.
"2025 ada 65.440 kunjungan, sedangkan 2024 ada 26.923 kunjungan," katanya.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, artinya budaya literasi masyarakat Bantul meningkat dibanding tahun sebelumnya. (cin)