BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul akan mengoptimalisasi keberadaan media sosial untuk sebagai ajang promosi potensi wisata. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata.
"Plus ads, iklan, cetak buku dengan barcode, komunikasi dengan asosiasi biro perjalanan, dan kolaborasi dengan pelaku pariwisata," jelas Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi Rabu (7/1).
Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalisasi keberadaan tempat pemungutan retribusi (TPR). Terlebih dengan adanya beberapa event yang akan diadakan di destinasi wisata di Bantul.
"Seperti Festival Layang-Layang Internasional," katanya.
Pihaknya juga mengandalkan event yang diselenggarakan oleh komunitas. Seperti ajang lari dengan jumlah peserta bisa mencapai 5 ribu orang. "Nanti acaranya lari dari pantai satu ke pantai lainnya," tuturnya.
Dia menyebut, ada satu program yang tahun ini tidak digelar seperti sebelumnya. Yakni Njelajah Mbantul Milang Kori. "Dulu satu tahun ada tiga kali kegiatan, tapi tahun ini tidak ada," katanya.
Sebab tahun ini, lanjutnya, Dispar Bantul hanya diberikan alokasi dana keistimewaan (danais) untuk menyelenggarakan Kerontjong Pesisir. Rencananya akan digelar pada Juni.
Sebelumnya, Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, target PAD 2026 tidak terlalu tinggi.
“Kita turunkan menjadi Rp 29 miliar, mendekati angka realistis,” katanya.
Menurutnya, selama tiga sampai empat tahun terakhir, target PAD pariwisata sebesar Rp 49 miliar. Namun angka tersebut belum pernah tercapai. Maka dari itu, pihaknya menurunkan target yang telah ditetapkan sebelumnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita