Banyak Cari Penginapan Tak Resmi, Libur Nataru Okupansi Hotel di Kabupaten Bantul Capai 70 Persen
Cintia Yuliani• Rabu, 31 Desember 2025 | 03:55 WIB
Hotel Ros In adalah salah satu hotel berbintang yang ramai dikunjungi di Bantul Selasa (30/12)
BANTUL - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul mencatat dari tanggal 24 sampai 30 Desember okupansi hotel saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sudah mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo mengatakan, sebelumnya ia menargetkan okupansi hotel di libur Nataru tahun ini mencapai 70 persen. Namun sampai saat ini ternyata sudah mencapai 70 persen. Angka tersebut berpotensi dapat meningkat saat tahun baru.
“Jadi angka itu cukup baik, hanya saja, masih banyak wisatawan yang mencari, penginapan seperti guest house, villa yang tidak resmi,” sebutnya Selasa (30/12).
Maka dari itu, pihaknya tidak bisa mendata wisatawan yang menginap di penginapan yang tidak resmi, karena yang bisa dijadikan data adalah penginapan yang sudah memiliki izin.
Walaupun target okupansi hotel keseluruhan di Bantul sudah terpenuhi, tetap saja masing-masing penyedia properti memiliki target yang berbeda-beda.
“Misalnya Little Tokyo memiliki target okupansi 80 persen, sementara yang tercapai di Bantul baru sekitar 70 persen. Otomatis itu belum memenuhi target propertinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi keramaian juga tidak selalu berdampak merata. Pada situasi tertentu, meski secara umum tingkat kunjungan tinggi, ada yang justru mengalami penurunan jumlah tamu.
“Hal seperti itu bisa saja terjadi karena masing-masing properti memiliki karakter dan segmentasi pasar yang berbeda,” katanya.
Sementara itu, Subkoordinator Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan saat libur Nataru dari tanggal 21 sampai 30 Desember sudah mencapai 81.605 wisatawan.
“Wisatawan mayoritas ke Pantai Parangtritis,” katanya. (cin)