Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KWT Subur Lestari Potorono Bantul Lima Kali Panen dalam Tujuh Bulan, Ini Kuncinya

Cintia Yuliani • Minggu, 28 Desember 2025 | 10:30 WIB

 

Ketua KWT Subur Lestari Siti Yulaikah sedang memetik cabai di deplot milik kelompoknya Jumat (26/12)
Ketua KWT Subur Lestari Siti Yulaikah sedang memetik cabai di deplot milik kelompoknya Jumat (26/12)

 

 

Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari di Padukuhan Potorono, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, berhasil melakukan panen dari program pekarangan pangan bergizi (P2B) serta mengatasi serangan hama pada tanaman pertaniannya.

Meski baru berjalan sekitar tujuh bulan, kelompok ini telah melakukan panen sebanyak lima kali dan mampu menjaga tanaman tetap produktif di tengah maraknya serangan hama dan penyakit di wilayah pertanaman.

Ketua KWT Subur Lestari Siti Yulaikah mengatakan, keberhasilan tersebut tak lepas dari upaya pencegahan dini yang dilakukan kelompoknya. 

Ia menyebut, di wilayah sekitar banyak tanaman cabai milik petani lain yang terserang penyakit patek hingga gagal panen.

Alhamdulillah, di sini bisa teratasi. Di sebelah-sebelah sini cabainya banyak yang terserang patek, sampai seperti terbakar. Tapi kami sudah siap-siap sebelum tanaman kena penyakit,” ujar saat ditemui di demplot KWT Subur Lestari Jumat (26/12).

Menurutnya, kunci utama pengendalian hama adalah keaktifan anggota dalam memantau kondisi tanaman serta komunikasi intensif dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Kalau ada gejala, kami tanya terus. Selain itu juga belajar dari YouTube pertanian, jadi tahu obat dan cara penanganannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap jenis gangguan pada tanaman cabai membutuhkan penanganan berbeda, baik serangan lalat buah maupun penyakit patek. Penyemprotan insektisida dilakukan secara rutin setiap tiga hari sekali sesuai petunjuk.

“Harus aktif, tidak bisa lengah. Apalagi kalau sudah musim hama, biasanya bersamaan dengan harga cabai mahal. Itu tanda banyak tanaman yang bermasalah,” katanya.

Selain penyemprotan, KWT Subur Lestari juga memasang berbagai jebakan hama, seperti botol berisi cairan petrogenol yang dicampur kapas untuk menarik lalat buah. “Botolnya dilubangi, di dalamnya dikasih petrogenol dan air. Lalat buah masuk karena aroma penarik (atraktan) dan terperangkap tidak bisa keluar lagi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kelompok ini juga memasang perangkap kertas kuning berlem untuk menangkap serangga kecil. “Yang kuning-kuning itu banyak sekali. Hama kecil apa pun lengket di situ,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, serangan lalat buah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cabai membusuk dan rontok sebelum panen. “Kalau sudah kena tusukan lalat buah, cabai jadi busuk, jatuh, di dalamnya ada ulat,” katanya.

Menariknya, demplot KWT Subur Lestari mengusung konsep perpaduan taman bunga dan kebun sayur. Selain berfungsi sebagai hiasan, tanaman bunga seperti marigold juga dimanfaatkan sebagai teknologi pengendalian hama.

“Bunga marigold itu disukai serangga predator, Jadi hama berkurang karna adanya serangga predator dan tidak merusak ke tanaman utama,” jelasnya.

Seluruh tanaman di demplot tersebut merupakan bantuan dari program P2B meliputi cabai rawit, cabai keriting, kangkung, buncis, kacang panjang, sawi, serta jagung yang menjadi salah satu primadona. “Jagung itu penggemarnya banyak,” ujarnya.

Hasil panen dari demplot ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan anggota KWT yang berjumlah 27 orang, seluruhnya warga sekitar Padukuhan Potorono. Jika hasilnya berlebih, sayuran dijual ke lingkungan sekitar dengan harga di bawah pasaran.

Demplot seluas sekitar 1.500 meter persegi ini berdiri di atas tanah kas desa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Meski keuntungan tidak dihitung secara komersial, Siti menyebut kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi anggota.

“Ini bukan untuk pribadi, tapi bersama. Yang penting kami dapat kegiatan positif, bisa memenuhi kebutuhan sayur, dan punya lumbung pangan sendiri untuk ketahanan pangan,” tuturnya. (cin/pra)

Editor : Heru Pratomo
#subur #KWT #LESTARI #hama #demplot #Kelompok Wanita Tani #P2B #jagung #Banguntapan #Potorono #marigold