BANTUL - Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan dua pohon tumbang dan menimpa dua rumah warga. Keduanya terjadi di Kalurahan Srimartani, Piyungan sekitar pukul 01.30 Jumat (26/12).
“Hanya beda padukuhan saja, di Padukuhan Tambalan dan Umbulsari,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol saat dihubungi.
Ia menjelaskan, informasi awal diterima dari laporan FPRB Srimartani yang kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian. Petugas dari instansi terkait, termasuk pemadam kebakaran terdekat, juga diterjunkan untuk penanganan awal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebagai langkah darurat, BPBD Bantul segera menyalurkan bantuan terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak.
Antoni menambahkan, kejadian pohon tumbang cenderung merata di berbagai kapanewon. Terutama wilayah yang masih banyak pepohonan. Seperti Dlingo, Piyungan, Imogiri, dan Bantul bagian selatan. “Kalau ada angin kencang dan hujan deras, pohon bisa roboh,” sebutnya.
Dia menegaskan, BPBD Bantul secara rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana, khususnya saat musim hujan. “Baik lewat bidang kesiapsiagaan, teman-teman FPRB, maupun petugas di lapangan,” ungkap Antoni.
Baca Juga: Innalillahi...Pendaki Perempuan Meninggal Dunia akibat Tersambar Petir di Gunung Merbabu
BMKG, kata dia, memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih terjadi sepanjang Desember hingga awal Januari. Bahkan, puncak musim hujan diperkirakan baru akan berlangsung pada Februari mendatang.
Kondisi tersebut juga diperkuat dengan adanya potensi kemunculan bibit siklon di wilayah selatan Pulau Jawa. Dapat meningkatkan intensitas hujan dan angin kencang.
“Kalau terjadi bencana atau ada kondisi membahayakan, segera menghindar ke tempat aman dan laporkan,” imbaunya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita