Tak Melarang Outing Class, Bantul Justru Lakukan Ramp Check Bus Rombongan Sekolah: Pastikan Layak Jalan demi Keamanan
Cintia Yuliani• Kamis, 25 Desember 2025 | 14:10 WIB
ANTISIPASI: Petugas Dishub Bantul sedang melakukan ramp check bus yang akan digunakan untuk berwisata siswa SMPN 4 Banguntapan.
BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul melakukan ramp check terhadap dua bus pariwisata yang akan digunakan siswa SMP Negeri 4 Banguntapan untuk kegiatan outing class, Rabu (24/12/2025).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan armada dalam kondisi layak jalan dan aman digunakan.
Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bantul Gatot Sunarto mengatakan, kegiatan ramp check tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul.
“Khususnya angkutan rombongan sekolah yang akan melaksanakan outing class, seyogianya dilakukan ramp check oleh Dinas Perhubungan,” jelasnya saat dihubungi lewat telepon Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, ramp check dilakukan berdasarkan surat permohonan resmi dari SMPN 4 Banguntapan yang diajukan sekitar sepekan sebelumnya.
Sekolah tersebut mengajukan permohonan pemeriksaan karena akan melaksanakan kegiatan outing class.
“Tadi pagi sekitar jam 6 saya bersama tim melakukan ramp check terhadap kendaraan yang akan dipakai untuk kegiatan SMPN 4 Banguntapan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, Gatot memastikan seluruh armada dalam kondisi baik dan memenuhi standar. Pemeriksaan meliputi aspek teknis kendaraan dan administrasi.
“Untuk driver-nya juga dalam kondisi sehat dan lisensinya masih berlaku,” jelasnya.
Pada kegiatan outing class SMPN 4 Banguntapan kali ini, hanya digunakan dua unit bus.
Namun, menurut Gatot, jumlah armada yang dilakukan ramp check sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing sekolah.
Seperti, beberapa hari terakhir pihaknya melakukan ramp check enam bus di Panjangan, serta empat bus di Sedayu dan Sanden yang akan melakukan outing class.
“Dalam praktiknya tidak hanya sekolah. Banyak instansi yang juga melakukan kegiatan rombongan ke luar daerah dan meminta kami untuk ikut mengecek kelayakan armada yang digunakan,” katanya.
Gatot mengakui, dalam beberapa kesempatan pihaknya sempat menemukan kendaraan yang tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan.
Pihaknya akan merekomendasikan untuk melakukan pergantian armada.
“Misalnya kendaraannya bagus tapi KIR sudah lewat, itu kita sampaikan dan kita rekomendasikan ganti armada,” jelasnya.
Menurutnya, dalam ramp check tersebut Dishub Bantul juga melibatkan pihak penyelenggara, biro wisata, serta pihak sekolah.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan kendaraan yang tidak layak jalan, Dishub Bantul langsung merekomendasikan pergantian armada.
Pihak penyelenggara bahkan diminta menandatangani pernyataan apabila tetap memaksakan keberangkatan, yang berarti bersedia menanggung seluruh risiko dan akibat yang ditimbulkan. “Tapi tidak ada yang berani,” ujarnya.
Gatot menyebut, pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab besar karena harus mempertanggungjawabkan kegiatan kepada komite sekolah.
Biasanya, komite juga hadir dan mendampingi saat proses ramp check berlangsung.
Ia berharap seluruh institusi, khususnya sekolah dan pihak penyelenggara kegiatan, selalu melaporkan rencana penggunaan armada untuk kegiatan ke luar daerah atau outing class.
“Dengan begitu kami bisa membantu pengecekan kendaraan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (cin)