BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mengantisipasi potensi lonjakan jumlah wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Yakni dengan menambah personel pelayanan di tempat pemungutan retribusi (TPR) objek wisata hingga tiga kali lipat.
Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, penambahan personel dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada wisatawan tetap optimal.
“Dari sekitar 40 orang di hari biasa, menjadi sekitar 120 orang,” ujarnya saat ditemui di Pemkab Bantul Senin (22/12).
Selain pelayanan retribusi, Dispar Bantul juga menyiagakan penanganan sampah di objek wisata. Hal ini karena momen Nataru bertepatan dengan musim hujan. “Selain sampah wisatawan, juga ada potensi sampah kiriman dari sungai,” jelasnya.
Dispar Bantul juga akan terus memperbarui informasi kondisi cuaca dan lingkungan. Saat ini, seluruh objek wisata di DIY termasuk di Bantul masih dibuka. Namun, koordinasi dengan pihak terkait, khususnya mengenai informasi cuaca, terus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tugas khusus telah menyampaikan perencanaan antisipasi masing-masing. “Kita pastikan koordinasi ini berjalan sampai peringatan Natal dan pergantian tahun baru selesai,” ujarnya.
Terlebih kedua momen itu berada di tengah musim perubahan cuaca ekstrem. Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada Februari mendatang.
“Intensitas hujan akan terus naik sampai Februari, setelah itu baru turun,” pesan Halim.
Artinya, lanjut Halim, dibutuhkan kewaspadaan ekstra dibanding Nataru tahun-tahun sebelumnya. “Kita sedang berada di lintasan kenaikan curah hujan menuju ekstrem,” sambungnya.
Untuk itu, lanjutnya, BPBD Bantul serta relawan kebencanaan telah berkoordinasi lebih intensif guna mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, baik banjir maupun longsor. Halim menyebut, titik-titik rawan bencana sudah dipetakan, terutama di wilayah Bantul timur yang hampir selalu terdampak banjir dan longsor saat terjadi cuaca ekstrem. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita