Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah Lansia Salimah DIY Berhasil Mewisuda 206 Warga Lanjut Usia

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 14 Desember 2025 | 05:00 WIB
 
Para lansia saat diwisuda oleh Salsa DIY di aula kompleks perkantoran 2 Pemkab Bantul, Sabtu (13/12) siang.
Para lansia saat diwisuda oleh Salsa DIY di aula kompleks perkantoran 2 Pemkab Bantul, Sabtu (13/12) siang.
 
BANTUL - Sekolah Lansia Salimah (Salsa) DIY telah berhasil mewisuda sebanyak 206 warga lanjut usia atau lansia. Acara wisuda ini digelar di aula kompleks perkantoran 2 Pemkab Bantul, Sabtu (13/12) siang. 
 
Direktur Salsa DIY Prasasti Bintarum menjelaskan bahwa sekolah lansia ini telah berdiri sejak 2018 silam. Waktu itu diawali dari Kabupaten Bantul.
 
Menurut Prasasti, program Salsa ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan bahagia. 
 
Baca Juga: Prediksi Chelsea vs Everton Premier League Sabtu 13 Desember Kick Off 22.00 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
 
"Di Bantul saat ini sudah ada 35 Salsa yang tersebar di berbagai kapanewon dengan sekitar 1.260 lansia siswa. Untuk tingkat DIY ada sekitar 70 Salsa dengan total kurang lebih 3.060 lansia di empat kabupaten dan satu kota," jelasnya. 
 
Prasasti menjelaskan, pada kesempatan kali ini, Salsa DIY sendiri telah berhasil mewisuda para lansia di berbagai jenjang. Itu terdiri dari jenjang S1, S2, dan S3, ini diharapkan dapat menjadi penanda selesainya satu tahun proses pembelajaran berbasis edukasi yang menyenangkan dan ramah lansia.
 
Menurut Prasasti, model pembelajaran di Salsa DIY sendiri bersifat fleksibel dan membahagiakan. Kegiatan belajar bisa dilakukan di gedung serbaguna, masjid, hingga rumah warga. Materi yang diberikan meliputi kesehatan, psikologi, kesenian, keagamaan, keterampilan, hingga aktivitas fisik seperti senam lansia.
 
Baca Juga: Update Banjir Sumatera Utara: 704 Orang Luka-Luka, 91 Orang Masih Dilaporkan Hilang
 
Durasi belajar ditempuh selama satu tahun dengan 12 kurikulum. Tidak ada ujian tertulis, syarat kelulusan cukup dengan kehadiran minimal 80 persen.
 
"Yang penting lansia senang dan rajin sekolah. Tidak ada ujian, tapi ada sertifikat S1, S2, dan S3," cetusnya. 
 
Prasasti menambahkan, dalam proses pembelajaran, Salsa DIY sendiri tidak memungut biaya pendidikan. Pengajar berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dosen UGM dan UNY, dokter, psikolog, hingga praktisi, yang mengajar secara sukarela. Peserta hanya menyiapkan kebutuhan konsumsi secara mandiri.
 
Baca Juga: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Bentrok Tewaskan Mata Elang hingga Kebakaran di Kios Kawasan Kalibata Jaksel
 
Menurutnya, keberadaan sekolah lansia menjadi penting, mengingat di DIY sendiri memiliki persentase lansia tertinggi di Indonesia.
 
"Kalau lansia tidak disiapkan agar sehat dan bahagia, dikhawatirkan akan menjadi beban keluarga dan negara. Kami hadir untuk memastikan lansia tetap aktif, sehat, mandiri, dan tangguh," tuturnya. 
 
Salah satu wisudawati, Dian Munardani mengaku bangga bisa mengikuti wisuda Sekolah Lansia Salimah. "Memakai toga ini rasanya luar biasa. Bisa berfoto, jadi kenangan untuk anak dan cucu. Kami sebagai orang tua akhirnya bisa merasakan sekolah," ungkap wanita berusia 64 tahun ini. 
 
Baca Juga: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Bentrok Tewaskan Mata Elang hingga Kebakaran di Kios Kawasan Kalibata Jaksel
 
Tak hanya itu, Dian juga mengaku sangat mengapresiasi para pengurus dan narasumber yang dengan sabar membimbing para lansia. Sebab menurutnya dalam proses belajar mengajar para pembimbing menyampaikan ilmu dengan luar biasa dan menyenangkan. 
 
"Kami cukup datang, ilmunya sama semua. Harapannya, program ini terus berlanjut dan para pengurus tidak bosan membimbing kami," tegasnya. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#lanjut usia #lansia #kabupaten bantul #Sekolah Lansia Salimah #kualitas hidup #wisuda #Salsa DIY