DLH Bantul Susun Rencana Induk Persampahan, Fokus Masa Transisi dan Pengolahan Mandiri
Cintia Yuliani• Jumat, 5 Desember 2025 | 15:05 WIB
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho/
BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul tengah menyiapkan rencana induk persampahan sebagai langkah jangka panjang menghadapi masa transisi usai penutupan TPA Piyungan.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, masa transisi menuju sistem pengolahan sampah mandiri harus dirancang dengan cermat agar layanan persampahan tetap berjalan.
“Masa transisi untuk PSEL, kita akan siapkan skemanya untuk bisa pengolahan sampah kita ditetapkan. Memang harus disiapkan dengan baik supaya pengolahan sampahnya tidak kurang,” ujarnya saat ditemui di Pemkab Bantul Kamis (4/12/2025).
Dia menyebut, sepanjang 2024 sampai 2025, Bantul menjalankan program optimalisasi fasilitas pengolahan sampah. Untuk fasilitas yang sudah ada, DLH Bantul memastikan pemeliharaan berjalan dengan baik.
DLH Bantul juga terus memperkuat koordinasi lintas pihak, terutama terkait peluang kolaborasi pada tahun anggaran 2026.
“Kami koordinasi dengan berbagai pihak, harus ada kolaborasi. Ini masih kita akan koordinasikan peluang-peluang mana yang nanti mungkin karena memang ini masih berproses. Apalagi tahun depan tahun anggaran baru 2026,” katanya.
Dalam rencana induk tersebut, Bantul menargetkan pengintegrasian pengolahan sampah menjadi listrik. Meski begitu, saat ini fokus utama tetap pada penanganan masa transisi.
“Sampah itu kan nggak bisa berhenti sementara. Kalau bisa 2028, kalau ini belum siap nanti sangat repot,” tandasnya.
Bambang menegaskan, kesadaran kolektif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah di Bantul.
Saat ini, Bantul menghadapi gap pengolahan sampah sekitar 30-an ton per hari.
Separuhnya sudah mampu diolah sendiri, sementara sisanya masih memanfaatkan kuota pengiriman ke TPA Piyungan maupun ditangani di tingkat masyarakat.
Karena itu, DLH Bantul mendorong program pilah sampah dari rumah. Termasuk menggerakkan ASN dan pamong untuk membuat biopori, losida, hingga jugangan. Upaya ini diharapkan dapat menekan timbulan sampah rumah tangga.
“Makanya kita ada program pilah sampah dari rumah tangga sendiri,” pungkasnya (cin)