BANTUL - Pedagang di Pantai Depok mulai membangun warungnya kembali pasca terkena dampak abrasi satu bulan yang lalu. Walaupun kondisi pasir masih belum kembali normal, beberapa pedagang tetap mendirikan warung semi permanennya di tepi pantai.
Salah satu pedagang yang warungnya terdampak Faihalafe Nia mengatakan, ia baru membangun warung semi permanennya sejak Selasa (25/11).
Alasannya lantaran, pendapatannya lebih besar jika warungnya dilengkapi dengan atap, kursi, dan meja karena wisatawan bisa menikmati pantai dan makanan yang dijualnya tanpa khawatir terkena sapuan ombak dan terik panas matahari.
"Sebelumnya cuma pakai meja buat jualan dan pasang tikar untuk pembeli, sehari pemasukannya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, tapi setelah dipasang warung semi permanen pendapatan naik jadi Rp 350 ribu," jelasnya saat ditemui di Pantai Depok Minggu (30/11).
Baca Juga: Viral Tugu Jogja Ambruk! Begini reaksi SRI SULTAN HB X FAMILY
Sebenarnya, lanjutnya, setelah abrasi ia langsung ingin membangun kembali warungnya, tetapi hal tersebut mustahil, karena ombaknya masih terlalu besar, sehingga membangun warung memiliki risiko yang tinggi. Warung bisa rusak kembali dan terbawa ombak.
"Harus nunggu ombaknya tidak terlalu tinggi baru dibangun," katanya.
Ia menilai, setelah adanya abrasi yang mengakibatkan warungnya rusak, lahan untuk berjualan menyempit dan terlalu dekat dengan bibir pantai. Selain itu, posisi warung pun miring akibat abrasi.
Walaupun demikian, banyak wisatawan yang masih tetap berkunjung ke Pantai Depok dan memadati warung di pinggir pantai. Ada juga beberapa penyedia jasa payung pantai dan tikar yang ada di pantai ini dan wisatawan pun ada yang tetap tertarik dengan jasa tersebut.
Nia panggilan akrabnya mengaku, baru pertama kali mengalami kerusakan warung akibat abrasi, karena sebelumnya posisi warungnya bukan di dekat bibir pantai.
Sementara itu, pemilik warung permanen di Pantai Depok Tugiran mengatakan, abrasi satu bulan yang lalu mengakibatkan delapan warung permanen dan semi permanen terdampak.
Tiga di antaranya adalah bangunan permanen sementara sisanya bangunan semi permanen. Saat ini, kata dia, sudah ada empat warung semi permanen yang dibangun kembali sejak Senin (24/11).
"Kalau yang permanen belum ada yang dibangun lagi, karena kan pondasinya juga runtuh, jadi harus nunggu kondisi pantai kembali seperti semula," jelas pria berusia 61 tahun itu. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita