Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dorong Pola Makan Sehat, Pemkab Bantul Ajak Warga Perbanyak Konsumsi Ikan

Cintia Yuliani • Senin, 24 November 2025 | 04:15 WIB

 

ANTUSIAS: Ratusan warga sedang mengikuti lomba memancing di Pasar Blumbang dalam rangka memperingati hari ikan ke-12 Minggu (23/11)
ANTUSIAS: Ratusan warga sedang mengikuti lomba memancing di Pasar Blumbang dalam rangka memperingati hari ikan ke-12 Minggu (23/11)

BANTUL  - Peringatan Hari Ikan Nasional ke-12 berlangsung meriah di Pasar Blumbang, Dewikerten, Grojogan, Wirokerten, Banguntapan Minggu (23/11). Kegiatan yang menghadirkan UMKM lokal, atraksi seni, memancing, hingga penaburan benih ikan itu sekaligus menjadi momentum pemerintah daerah (Pemkab) Bantul mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan, konsumsi ikan harus menjadi pola makan masyarakat Bantul agar kecerdasan dan kesehatan warga semakin meningkat. 

“Dengan pemahaman yang baik bahwa ikan itu sangat bagus untuk kesehatan sehingga harus ditingkatkan. Supaya gizi masyarakat lebih seimbang,” ujarnya saat ditemui di Pasar Blumbang Minggu (23/11). 

 Baca Juga: Dinamika PBNU Memanas, PWNU DIY Pilih Tak Cawe-cawe Soal Desakan Mundur Gus Yahya

Ia mengingatkan masyarakat seharusnya tidak hanya bergantung pada sumber protein seperti daging, ayam, tempe, atau tahu. Namun, harus diimbangi protein dari ikan. 

"Para ahli gizi sepakat bahwa ikan bisa meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh karena kandungan proteinnya,” tambahnya.

 Baca Juga: Melalui Trail Run Baturraden, Sekda Jateng Ajak Jaga Kelestarian Alam

Halim menyebut Bantul memiliki kekayaan sumber daya perairan yang besar. Mulai dari Sungai Oyo di wilayah timur, hingga Sungai Progo di barat. Karena itu restocking ikan sungai terus dilakukan agar biota sungai semakin kaya dan ketersediaan ikan bertambah. 

"Selain sungai, kita juga punya laut. Maka sumber ikan ini harus kita tingkatkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ungkapnya.

 Baca Juga: Keren, Bantaran Sungai Code di Lembah Mahannani Terban Kini Dipercantik Mural: Ini Tujuan Pemkot Jogja..

Lanjutnya, pengolahan ikan yang higienis dan mampu mempertahankan kandungan gizi menjadi perhatian utama. 

 

“Tujuannya agar produksi ikan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar berkualitas. Di DKP Bantul ada bidang yang mempelajari dan mengembangkan pengolahan ikan yang lebih higienis,” kata Halim.

 

Ia juga menyoroti makin bertambahnya pelaku UMKM olahan ikan. Menurut Halim, hal ini menunjukkan pasar produk ikan semakin terbuka. 

 

Ia bahkan berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM yang mengaku belum bisa memenuhi permintaan pasar. Salah satunya Darisman, pelaku UMKM dari Pundong yang memproduksi berbagai olahan ikan dengan melibatkan banyak pekerja. “Ini bukti produk ikan memiliki pangsa pasar yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKP Bantul Istriyani menyampaikan, angka konsumsi ikan 2025 masih mengacu pada standar 32 kilogram per kapita per tahun. 

 Baca Juga: Dukung Kesejahteraan Pendidik, Anak Guru Dapat Beasiswa Kuliah

Namun mulai 2026 akan memakai angka 17 kilogram sesuai kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kalau tahun ini target produksi tangkap dan budidaya sekitar 14 ton. Masih jauh dari kebutuhan per tahun,” paparnya.

Menurut pantauan Radar Jogja, ratusan warga memadati Pasar Blumbang. Tidak sedikit yang membeli berbagai sajian kuliner tradisional dengan harga terjangkau. Uniknya, setiap transaksi menggunakan koin batok senilai Rp 5 ribu per koin.

Selain bazar UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi tarian, lomba mewarnai, hingga penaburan benih ikan di area kolam yang ada di Pasar Blumbang. Ratusan pemancing turut memeriahkan acara tersebut. (cin)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#grojogan #Wirokerten #Hari Ikan Nasional #Pasar Blumbang #konsumsi ikan #Banguntapan #Olahan Ikan #UMKM #DKP Bantul #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih