BANTUL - Pasangan Abdul Halim Muslih-Aris Suhayanta mulai merealisasikan program-program strategisnya. Salah satunya perbaikan jalan sepanjang 600 kilometer selama lima tahun ke depan. Di antara ruas jalan yang diperbaiki sekaligus dilebarkan adalah Jalan Bibis.
”Alhamdulillah sudah mulai dikerjakan,” jelas Anggota Komisi C DPRD Bantul Johan Munandar di ruang kerjanya, Selasa (11/11).
Politikus PKB ini pantas merasa semringah dengan perbaikan sekaligus pelebaran ruas jalan yang menghubungkan Kalurahan Tamantirto dan Kalurahan Bangunjiwo itu. Bagaimana tidak, Johan telah lama memperjuangkannya.
”Sejak periode pertama (2019-2024, Red) saya konsisten menyuarakannya,” ucap politikus yang tinggal di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, ini.
Johan beralasan ada beberapa faktor Jl Bibis harus diperbaiki sekaligus dilebarkan. Salah satunya adalah tingginya lalu-lalang kendaraan yang melintas.
Menurutnya, wilayah Kalurahan Bangunjiwo telah berkembang pesat. Itu, antara lain, ditandai dengan menjamurnya kompleks perumahan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa perusahaan juga membangun gudang di wilayah itu. Di sisi lain, Jl Bibis menjadi satu-satunya jalan utama menuju ke ring road selatan atau Kota Jogja.
”Sehingga, yang melintas tidak hanya kendaraan pribadi. Truk tronton juga banyak. Sementara lebar jalan sangat sempit,” ungkapnya.
Sebelum pelebaran, Johan menceritakan, tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas di Jl Bibis. Baik yang melibatkan roda dua maupun roda empat. Terutama saat pagi atau sore hari. Pengguna jalan berlomba-lomba adu kecepatan agar tidak terlambat kerja atau pulang ke rumah.
Berdasar informasi dari data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul, Johan menyebut, proyek perbaikan dan pelebaran Jl Bibis sepanjang tiga kilometer. Titik perbaikan mulai simpang empat ring road Tamantirto hingga simpang empat Bangunjiwo.
”Selesai pengerjaannya di bulan Desember,” katanya.
Terkait program perbaikan jalan sepanjang 600 kilometer, Johan meyakini, warga Bumi Projotamansari mendukungnya. Sebab, program itu bisa dirasakan seluruh elemen masyarakat. Juga, memiliki multiefffect player. Bagaimana tidak, kondisi ruas jalan yang mulus membuat mobilitas warga semakin tinggi. Dengan begitu, roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.
”Apalagi, jalan yang akan diperbaiki adalah jalan-jalan strategis yang bisa menunjang perekonomian,” ungkapnya.
Kendati begitu, Johan menyarankan pemkab sebaiknya tidak hanya memperbaiki jalan. Melainkan melengkapinya dengan membangun bangket atau saluran drainase di samping kanan-kirinya. Itu bertujuan agar tak ada genangan air di ruas jalan saat hujan deras.
”Konsep pembangunan jalan raya sekarang, kan, seperti itu. Agar aspalnya juga bisa bertahan lebih lama,” sarannya.
Dalam kesempatan itu, Johan juga menyinggung pentingnya memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang Jl Bibis. Itu untuk meminimalisasi aksi kriminalitas jalanan, seperti klithih. Kendati begitu, pemasangan LPJU perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Itu menyusul kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah sebesar Rp 156 miliar. (*/zam)
Editor : Sevtia Eka Novarita