Sejumlah pedagang di kawasan Pantai Depok terdampak gelombang tinggi yang merusak warung mereka sejak satu minggu yang lalu. Kondisi tahun ini disebut lebih parah dibanding tahun sebelumnya. Total ada sekitar tujuh warung yang terdampak.
"Banyak yang hanyut, hampir hanyut semua. Alhamdulillah warung saya masih berdiri biarpun nggak bisa buat jualan," kata salah seorang pedagang Pantai Depok Mujianto, saat ditemui di Pantai Depok Senin (10/11).
Ia menyebut kerugian akibat warungnya yang diterjang gelombang tinggi bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta untuk membangun ulang satu warung.
Pantauan Radar Jogja, para pedagang mulai memperbaiki dan mengeruk pasir yang naik ke warung-warungnya. Terlihat beberapa warung tampak miring sehingga berisiko roboh. Bahkan, ada pula warung yang atapnya sudah hilang.
Pria 44 tahun itu menyebut, gelombang tinggi terjadi saat malam hari. Air bahkan sempat mencapai area parkiran dan menggenang. “Kalau siang bisa geger seperti tsunami. Air sampai ke parkiran mobil,” ungkapnya.
Meski belum memiliki tempat berjualan yang tetap, Mujianto tetap berusaha berjualan di lahan pasir yang lebih tinggi dari dasar laut. Ia menumpang tempat sementara agar pembeli tetap bisa mendapatkan makanan.
“Pagi sarapan bubur itu sudah jadi khas di Pantai Depok. Jadi walaupun nggak ada lahan, kita tetap berusaha. Daripada yang mau makan nggak ada yang jualan,” ucapnya.
Menurut Mujianto, kondisi bagian depan pantai saat ini terdapat palung besar sehingga gelombang dapat langsung menerjang. Ia mengaku sudah tiga kali warungnya rusak akibat gelombang tinggi sejak pertama kali berjualan pada 2008 silam.
Pedagang lainnya Tugiran memperkirakan gelombang mulai akan menurun dalam beberapa hari ke depan. Kebanyakan dari pedagang warung yang terkena dampak gelombang tinggi memiliki pekerjaan lain.
Di antaranya sebagai petani, sehingga dapat sementara berhenti berjualan. “Yang jualan di sini kan bukan pokok. Pokoknya di sawah, nanam cabai, bawang merah," ujarnya.
Aka Luk Luk Firmansyah dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB BPBD) Bantul mengatakan, dampak abrasi yang terlihat berada di Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok. "Namun untuk potensi dari abrasi mencakup seluruh pantai di wilayah selatan Bantul," katanya. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo