Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seru! Pacuan Kuda Piala Raja HB X di Bantul Tembus 30 Ribu Penonton, Kini Olahraga Berkuda Kian Diminati Publik

Cintia Yuliani • Senin, 10 November 2025 | 03:15 WIB
 
KEJUARAAN: Beberapa kuda sedang bertanding di Lapangan Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung Minggu (9/11/2025).
KEJUARAAN: Beberapa kuda sedang bertanding di Lapangan Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung Minggu (9/11/2025).
 
 
BANTUL - Indonesia Horse Racing (IHR) Piala Raja Hamengku Buwono (HB) X digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (9/11/2025).
 
Gelaran ini kembali menjadi ruang bagi publik untuk menikmati olahraga berkuda dari jarak dekat. 
 
VP Marketing & Operations Sarga.Co Kevin Jonathan menegaskan, pacuan kuda bukan olahraga yang eksklusif atau mahal seperti anggapan sebagian masyarakat.
 
“Kita ingin mengedukasi masyarakat, kita mau bilang olahraga berkuda nggak semahal itu. Masih bisa dinikmati sama semua kalangan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Stadion Sultan Agung.
 
Baca Juga: Warga Masih Beradaptasi, Layanan Dukcapil Smart Beralih ke Sistem Web: Ini Alasan untuk Peralihan Sistem..
 
Kevin mengatakan, pacuan kuda menjadi langkah awal pihaknya dalam mengemas dan memperbarui industri berkuda.
 
Menurutnya, pacuan kuda telah aktif sejak puluhan tahun lalu dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas, terutama dalam hal edukasi.
 
"Adanya pacuan kuda membuat masyarakat lebih dekat lagi dengan industri berkuda di Indonesia,” jelasnya.
 
Baca Juga: Terungkap! Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Imogiri Merupakan Warga Manding Dawang: Begini Penjelasannya Lengkapnya..
 
Sebelumnya jumlah penonton pacuan kuda di berbagai daerah hanya berkisar rata-rata 5 ribu orang, dari Sabang sampai Merauke. Itu pun tanpa promosi besar.
 
“Dengan adanya Sarga.Co kita nggak pusing lagi. Kita tingkatkan lagi industrinya, kita poles sedikit. Yang datang 25 ribu orang, 30 ribu orang,” ucapnya. 
 
Lonjakan penonton ini juga berdampak pada meningkatnya minat masyarakat mengenal hingga membeli kuda.
 
Meski demikian, Kevin menegaskan menikmati pacuan kuda tidak harus memiliki kuda.
Baca Juga: BPBD Gunungkidul Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Januari 2026, Cek di Sini Lokasi Zona dengan Risiko Bencana Tinggi
 
“Kalau beli kuda memang mahal. Tapi kan mau suka pacuan kuda nggak harus beli kuda. Kita nonton juga bisa,” katanya.
 
Ketua Umum PP Pordasi Aryo PS Djojohadikusumo sependapat. Ia menyebut pacuan kuda justru menjadi alternatif hiburan yang terjangkau.
 
“Lebih murah daripada kendaraan bermotor. Daripada nonton MotoGP jauh-jauh ke Mandalika, nonton pacuan kuda lebih murah. Nonton pacuan juga lebih murah daripada nonton Proliga atau bola,” kata Aryo.
 
Baca Juga: Hama Keong Membuat Petani Mengalami Panen yang Tidak Merata, Petani Terpaksa Sulam Tanam Ulang Benih Bagian yang Rusak
 
Dalam kesempatan itu, Aryo juga mengumumkan rencana besar 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, akan digelar tiga Piala Raja sekaligus dalam satu tahun.
 
“Tahun depan ada Piala Raja Sri Sultan HB X, Piala Sri Pakualaman, dan yang ketiga, Piala Mangkunegara atau Mangkunegara Cup,” ungkapnya.
 
Penetapan kalender pacuan nasional 2026 akan dilakukan Januari mendatang di Labuan Bajo. 
 
“Jadi bukan hanya di Jawa, tapi juga di NTT. Siapa tahu kita bisa berkunjung ke Subang,” ujarnya.
 
Baca Juga: Resah! Petani Putuskan Tak Menanam Benih Tahun Ini, Akibat Serangan Monyet Ekor Panjang di Lahannya: Harap Pemkab Gunungkidul Segera Turun Tangan
 
Menurut Aryo, momentum ini menjadi tonggak berkembangnya pacuan kuda sebagai olahraga, budaya, dan tontonan yang dapat dinikmati seluruh kalangan.
 
“Pertemuan yang membanggakan hari ini bukan yang terakhir. Tahun depan kita akan hadir lagi dengan sesuatu yang lebih besar,” tutupnya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pacuan kuda #olahraga berkuda #Piala Raja HB X