BANTUL - Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Bantul menilai sistem lodong sisa dapur (Losida) lebih efektif dalam menangani sampah organik rumah tangga dibandingkan dengan lubang resapan biopori.
Ketua JPSM Bantul Agus Subagja mengatakan, Losida merupakan pengembangan dari sistem biopori.
Perbedaan utamanya terletak pada posisi dan fungsi wadahnya. Jika biopori sepenuhnya ditanam di bawah tanah, maka Losida didesain 80 persen berada di atas permukaan tanah dan hanya sekitar 20 sentimeter yang tertanam di bawah.
“Losida itu pengembangan dari biopori. Kalau biopori ditanam ke bawah tanah, Losida dinaikkan sekitar 80 sentimeter supaya lebih mudah digunakan dan ekonomis,” terang Agus, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, Losida dirancang agar lebih praktis saat digunakan masyarakat, terutama untuk membuang sisa makanan atau sayuran dari dapur.
Lubang bagian atasnya juga ditutup sehingga mengurangi bau tidak sedap.
Sementara itu, biopori cenderung digunakan untuk memasukkan bahan-bahan organik kering seperti daun, ranting, atau sisa tanaman.
Bila diisi sisa makanan atau tulang, justru bisa mendatangkan tikus dan menimbulkan bau.
“Biopori memang bagus sebagai resapan air, tapi untuk penguraian sampah dapur kurang efektif. Losida lebih cocok untuk sisa makanan,” jelasnya.
Agus mengungkapkan, proses penguraian sampah di Losida bisa berlangsung satu hingga tiga bulan tergantung perlakuannya.
Bila ditambahkan bakteri pengurai dan molase sebagai nutrisi, prosesnya bisa selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
Namun demikian, ia menilai Losida memiliki keterbatasan pada volume. Kapasitasnya kecil sehingga kurang efektif jika digunakan untuk menampung sampah dapur dalam jumlah banyak.
“Untuk edukasi bagus, tapi kalau untuk menyelesaikan persoalan sampah rumah tangga secara menyeluruh, volumenya kurang besar dan butuh perlakuan tambahan agar cepat terurai,” ujarnya.
Selain biopori dan Losida, Agus juga menilai pengolahan dengan maggot saat ini menjadi salah satu metode paling cepat dan efisien.
“Kalau pakai maggot, hari ini dimasukkan, besok sudah selesai,” tandasnya. (cin/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita