BANTUL - Sebanyak 237 siswa dari lima sekolah di Bantul keracunan makan bergizi gratis (MBG), Jumat (31/10) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberagung. Lima sekolah itu adalah SMAN 1 Jetis, SMPN 3 Jetis, SMP Muhammadiyah Pulokasang, SD 2 Bakulan, dan SMPN 1 jetis.
"Kondisi kemarin ada keluhan diare dan sakit perut. Tapi info yang kami dapat tidak ada yang sampai rawat inap," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agus Tri Widiyantara Bantul saat dihubungi lewat telepon kemarin (4/11).
Pemeriksaan juga hanya dilakukan kepada perwakilan siswa, sehingga kondisi secara umum tidak sampai mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang diterima, biaya pengobatan bagi para siswa yang mengalami gejala keracunan akan ditanggung sepenuhnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Jumlah siswa terdampak paling banyak berasal dari SMAN 1 Jetis, mencapai 168 orang. Sementara itu, kasus serupa yang terjadi di sekolah lain jumlahnya relatif lebih sedikit. "Google form masih jalan terus hasil final belum tahu. Sementara 237 siswa," katanya.
Sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan tertentu pada sampel tersebut yang menjadi penyebab timbulnya gejala keracunan.
"Untuk penyebabnya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sekitar 10 sampai 14 hari baru keluar," jelasnya.
Dinkes Bantul mengetahui adanya kasus ini sejak menerima laporan di hari Sabtu (1/11) bahwa terjadi dugaan keracunan setelah konsumsi MBG Jumat (31/10).
Tim kesehatan dari Puskesmas Jetis 1 dan Jetis 2 kemudian segera melakukan pemantauan. Pendataan dilakukan melalui formulir Google Form yang dikirimkan ke sekolah-sekolah yang mendapatkan suplai makanan dari SPPG.
Dari pendataan itu, tercatat jumlah siswa yang mengalami keluhan serta jenis gejala yang dirasakan. Data itu selanjutnya akan dianalisis untuk mengarahkan dugaan awal mengenai penyebab keracunan.
Sementara itu, Bupati Abdul Halim Muslih mengatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa, termasuk di SMAN 1 Jetis.
Baca Juga: Diduga karena MBG, Para Siswa SMP Negeri 3 Berbah Alami Mual dan Diare
Pihaknya akan mengundang seluruh pengelola SPPG untuk membahas akar persoalan agar kasus serupa tidak terulang kembali.
Halim mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama penanggung jawab SPPG. Melalui pertemuan itu, setiap pengelola akan dimintai keterangan mengenai kendala dan penyebab yang mungkin memicu terjadinya kasus keracunan.
“Karena ini menyangkut kesehatan, tentu harus kita cari solusinya,” katanya.
Selain itu, Pemkab Bantul juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Halim menyebut, meski beberapa kasus telah ditangani, langkah antisipasi tetap harus diperkuat.
Dari hasil asesmen awal, seluruh siswa yang mengalami gejala tidak memerlukan perawatan inap. "Tapi tetap harus kita antisipasi lebih jauh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya. (cin/laz)