Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Ada Jemuran di Sekitar Tangga, Warga Imogiri Bersiap Sambut Pemakaman Pakubuwono XIII

Magang Radar Jogja • Selasa, 4 November 2025 | 01:30 WIB
Tangga di komplek makam raja Imogiri
Tangga di komplek makam raja Imogiri

BANTUL - Menjelang prosesi pemakaman Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, suasana di kawasan Pajimatan Imogiri mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan.

Kawasan tangga menuju kompleks makam raja-raja Mataram yang berada di lereng bukit itu kini tampak bersih tanpa jemuran atau barang-barang di sisi kiri dan kanan jalan.

Menurut Darmanto (49), warga yang tinggal di sekitar area pemakaman, sejak Senin (3/11) belum ada kegiatan bersih-bersih massal. Namun, warga telah menerima imbauan agar lingkungan sekitar tetap bersih dan rapi menjelang pelaksanaan prosesi pemakaman.

“Belum ada bersih-bersih massal. Baru imbauan saja dari pihak perwakilan keraton. Kalau untuk hari Selasa besok, baru mulai dibersihkan. Pekerja di sekitar sini juga diminta berhenti sementara,” ujar Darmanto saat ditemui di sekitar kawasan Pajimatan.

Ia menuturkan, area tangga menuju kompleks makam dianggap suci, sehingga tidak boleh ada aktivitas yang mengganggu kesakralan upacara.

“Mulai besok harus bersih. Nggak boleh ada jemuran, nggak boleh ada barang di kiri kanan tangga, dan nggak boleh ada orang bekerja di sekitar situ,” katanya.

Menurut Darmanto, warga di sekitar Pajimatan sudah terbiasa dengan aturan semacam ini setiap kali ada prosesi kerajaan. Mereka biasanya membersihkan halaman rumah masing-masing dan memastikan tidak ada benda yang menutupi pandangan ke arah tangga makam.

“Biasanya kalau ada pemakaman raja, warga yang rumahnya di sekitar tangga diminta membersihkan halamannya sendiri. Yang penting depan rumah bersih, nggak ada pakaian dijemur atau barang-barang yang mengganggu pemandangan,” jelasnya.

Koordinasi pembersihan, lanjut Darmanto, biasanya dilakukan oleh pihak keraton melalui kantor perwakilan Surakarta di Imogiri. Warga hanya membantu sesuai permintaan, seperti menyingkirkan barang di sekitar jalan dan memastikan area depan rumah tertata rapi.

“Kalau dibilang persiapan, ya baru sebatas itu. Belum ada kegiatan besar atau kerja bakti massal,” ujarnya.

Prosesi kerajaan di Imogiri selalu menjadi perhatian banyak pihak. Selain keluarga keraton dan abdi dalem, biasanya hadir pula pejabat, tamu undangan, dan pelayat dari luar kota. Karena itu, warga berupaya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sebagai bentuk penghormatan.

“Kita kan cuma bantu, tapi tetap harus rapi. Soalnya ini disorot banyak orang,” tambah Darmanto.

Meski tampak sederhana, kesiapan warga ini menjadi bagian penting dari rangkaian panjang pemakaman raja di Imogiri. Bagi masyarakat sekitar, menjaga kesucian dan ketertiban lingkungan—termasuk memastikan tak ada jemuran di sekitar tangga menuju makam—merupakan tradisi turun-temurun yang selalu dijaga setiap kali seorang raja kembali ke peristirahatan terakhirnya di lereng bukit Imogiri.

Lourenso Aditya

 

Editor : Heru Pratomo
#Suci #komplek #pemakaman #surakarta #pajimatan #Kanjeng Sinuhun Pakubuwono XIII #Bantul #tangga #Raja Mataram #Darmanto #Imogiri