Lurah Wukirsari Susilo Hapsari menyampaikan, rombongan dari Keraton Surakarta dijadwalkan berangkat pagi hari.
"Berangkat dari Keraton Solo jam 9 pagi," jelasnya, Minggu (2/11).
Sementara itu, Pengarah Balai Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (BPKCB) Imogiri Widodo Supranoto menyampaikan, malam ini akan digelar tahlilan di Masjid Kagungan Dalem Pajimatan.
"Sama persiapan terutama perlengkapan untuk membawa peti kan harus ada alat ke atas tangga, sama membuat liang lahat untuk pemakaman ini baru dicari tempat," ujarnya.
Widodo mengatakan, PB XIII akan dimakamkan di Kedhaton Girimulyo, berdampingan dengan makam ayahnya, PB XII.
Saat ini, ada dua skenario prosesi kedatangan jenazah yang masih menunggu keputusan dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
"Ada dua rencana lewat tangga seperti tradisi sebelum-sebelumnya harus melalui masjid lalu disalatkan, atau ada skenario lewat jalan alternatif jadi ambulannya, mobilnya naik ke atas," jelasnya.
Namun, secara tradisi, raja-raja Surakarta maupun Jogjakarta menjalani prosesi pengantaran jenazah melalui masjid dan ditandu menaiki tangga menuju komplek pemakaman.
Ia menambahkan, prosesi biasanya dimulai dari Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Bangsal Nolowongso sebagai titik pemberhentian pertama.
Di sana dilakukan serah terima jenazah dari keluarga Keraton Surakarta Hadinigrat kepada Bupati Juru Kunci Surakarta di Imogiri.
Setelah itu, jenazah disemayamkan dan disalatkan di Masjid Kagungan Dalem Pajimatan sebelum diarak naik ke makam.
Widodo menyebut, rencana pembangunan makam PB XIII sebenarnya sudah disiapkan sejak September 2025. Namun rencana itu belum sempat terealisasikan.
"Terpaksa ini diikutsertakan di makam kedhaton ayahnya yakni PB XII," tuturnya. (cin)
Editor : Bahana.