Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Padukuhan Ngijo dan Jombor sebagai Lokasi Syuting Film Abadi Nan Jaya, Warga Sepakat Jaga Kerahasiaan Produksi, Anak-Anak Jadi Figuran Zombie

Cintia Yuliani • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:55 WIB

 

LOKASI: Kandang Sapi yang dijadikan Polsek Winirejo di film Abadi Nan Jaya di Padukuhan Jombor, Srimulyo, Piyungan, Kamis (30/10).
LOKASI: Kandang Sapi yang dijadikan Polsek Winirejo di film Abadi Nan Jaya di Padukuhan Jombor, Srimulyo, Piyungan, Kamis (30/10).

BANTUL - Padukuhan Ngijo dan Jombor di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul menjadi lokasi pembuatan film Abadi Nan Jaya. Proses produksi berlangsung pertengahan 2024 dan melibatkan warga setempat.

 

Tim produksi terlebih dahulu melakukan survei lokasi. Dukuh Ngijo Rohmadiyanto menuturkan, mereka melihat kondisi padukuhannya dan akhirnya menetapkan Ngijo sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar.


"Itu tahun 2024, bulan Juni,” paparnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (30/10).


Sebelum proses syuting berlangsung, warga dan tim produksi telah membuat kesepakatan kerja sama. Warga yang terlibat diminta menjaga kerahasiaan materi produksi.


"Semua adegan atau kegiatan saat syuting, warga sama sekali tidak akan membocorkan atau membuat foto maupun video,” jelasnya.


Menurut Rohmadiyanto, ini menjadi pengalaman pertama bagi warga. Karena itu antusiasme masyarakat cukup tinggi, apalagi ada sejumlah warga dan lingkungan tempat tinggal yang turut digunakan dalam proses produksi.


"Lingkungan persawahan juga dipakai. Karena sudah berdiskusi dengan tim produksi, tentunya warga mendukung kegiatan tersebut," katanya.


Syuting di Padukuhan Ngijo berlangsung pada 24 Juni hingga 5 Juli 2024. Setelah itu, proses pengambilan gambar dilanjutkan di Padukuhan Jombor, dijadikan Polsek Winirejo yang sebelumnya merupakan kandang sapi berada di persawahan.


Lokasi syuting di Padukuhan Ngijo berada di area persawahan dekat SMPN 1 Piyungan, tepatnya di kawasan bulak.


Untuk area persawahan yang digunakan, tim produksi memberikan kompensasi jika terjadi kerusakan saat proses syuting. Meski sempat menjadi perhatian warga, proses syuting berjalan tertib. Warga yang ingin menonton tetap diperbolehkan, namun dari jarak tertentu.


"Karena pengalaman pertama, awalnya banyak yang bertanya-tanya bagaimana syutingnya, boleh tidak melihat. Ternyata boleh, tapi dari kejauhan," katanya.


Setelah film Abadi Nan Jaya tayang dan menjadi perbincangan luas, kondisi di Padukuhan Ngijo tetap seperti biasanya. Tidak ada perubahan signifikan ataupun peningkatan kunjungan dari luar.


"Karena tempatnya di bulak, jadi perubahan di lingkungan tidak seberapa. Tidak ada perubahan signifikan pengunjung berdatangan. Sekarang juga sudah kembali seperti semula," tuturnya.


Meski demikian, ia menyebut pengalaman itu menjadi hal yang membanggakan bagi warga. "Ini pengalaman pertama. Jadi warga senang dengan adanya produksi film Abadi Nan Jaya di Padukuhan Ngijo," ungkapnya.


Sementara itu, salah seorang petani penyewa lahan persawahan di sekitar lokasi syuting Polsek Winirejo, Ngabirin, 63, menceritakan area yang kini dipakai produksi film itu sebelumnya memang kandang sapi. Kemudian dibangun dan ditata ulang oleh tim produksi.


Ngabirin menyebutkan, lahan sawahnya yang berisi tanaman padi sempat tidak bisa digarap selama proses pengambilan gambar. Selama sekitar 12 hari, ia tidak diperbolehkan masuk ke lahan. Sebagai kompensasi, ia menerima ganti rugi Rp 300 ribu untuk luas kurang lebih 500 meter.


"Yang bikin resah itu jalan juga sempat ditutup. Jalan di sini kan pas-pasan. Orang mau kerja, mau ke pasar, jadi bingung karena muter-muter,” tuturnya.


Ngabirin mengaku sempat menonton hasil film itu bersama warga lain melalui layar tancap. Bahkan cucunya yang masih duduk di bangku SMP kelas 7, ikut terlibat sebagai figuran zombie.


Sebelumnya, para figuran mengikuti proses seleksi dan latihan beberapa hari. "Cucu saya ikut syuting jadi zombie. Belajar dulu beberapa hari. Banyak warga sini juga ikut,” tambahnya.


Kandang sapi yang dijadikan lokasi utama itu diketahui milik Jaiman, warga Dukuh Prayan. Saat syuting berlangsung, sapi-sapi dipindahkan ke kandang lain di rumah karena pemiliknya merupakan pedagang sapi. Ganti rugi terkait penggunaan kandang disebut sekitar Rp 35 juta.


Menurut Ngabirin, pihak produksi film juga menyanggupi penggantian kerusakan jika padi atau lahan warga terdampak aktivitas syuting.


"Kalau padinya rusak, diinjek sama peserta zombie itu diganti. Kalau rusaknya banyak ya ganti banyak, kalau sedikit ya sedikit,” tegasnya.


Lokasi kandang sapi yang dijadikan Polsek Winirejo di film Abadi Nan Jaya berasa di tengah persawahan. Pemandangan di dekat tempat lokasi syuting pun terdapat pegunungan yang menjulang tinggi. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Film #sawah #Bulak #sapi #zombie #Syuting