Pasien Viral Merasa Tak Dilayani, Kepala Puskesmas Dlingo I Sebut Terjadi Miskomunikasi
Cintia Yuliani• Kamis, 30 Oktober 2025 | 04:30 WIB
Puskesmas Dlingo 1
BANTUL – Kepala Puskesmas Dlingo I Nur Faizin menanggapi unggahan viral di media sosial terkait seorang pasien yang mengaku tidak mendapatkan pelayanan saat datang dengan keluhan sakit lambung. Kejadian tersebut terjadi Senin (27/10) sekitar pukul 05.30.
Nur menjelaskan, saat pasien datang, ruang IGD sedang dalam proses pembersihan. Di dalam ruangan saat itu hanya ada petugas kebersihan. “Ketika pasien datang, masih di luar, petugas kebersihan mengetahui ada yang datang kemudian keluar dan menanyakan apa yang dibutuhkan,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (29/10).
Petugas kemudian memberi penjelasan mengenai alur layanan. Untuk kondisi gawat darurat, pasien bisa langsung ke IGD. Sementara pasien non-gawat darurat dipersilakan mengambil nomor antrean, sesuai kebiasaan warga yang datang dini hari untuk mengambil antrean rawat jalan.
Menurut Nur, pasien yang datang tersebut mampu berjalan sendiri dan mengeluhkan sakit kepala. Namun proses komunikasinya menimbulkan salah paham.
“Ketika ditanya kebutuhan layanan, apakah gawat darurat atau tidak, beliau merasa dirinya tidak gawat darurat. Padahal maksudnya hanya menanyakan apakah mau ke IGD atau ambil antrean,” terangnya.
Ia menegaskan Puskesmas Dlingo I tetap melayani pasien dalam kondisi apa pun, termasuk yang tidak gawat darurat, mengingat akses layanan kesehatan di wilayah tersebut terbatas.
“Minimal kami berikan pertolongan pertama, supaya bisa berobat reguler keesokan harinya,” ujarnya.
Petugas kebersihan disebut telah menawarkan untuk memanggil petugas jaga karena saat pembersihan, tenaga kesehatan berpindah ke ruang jaga.
Namun pasien diduga merasa tidak sabar dan memilih pergi ke fasilitas kesehatan lain. Keesokan harinya pasien kembali ke Puskesmas untuk meminta nomor telepon Kepala Puskesmas guna menyampaikan komplain. Saat melihat IGD sedang melayani pasien lain, ia kembali merasa diperlakukan berbeda.
Nur menyebut hal tersebut murni miskomunikasi. “Kami memahami psikologis orang sakit ingin segera dilayani. Mungkin salah menangkap komunikasi awal,” tuturnya.
Puskesmas Dlingo I membuka pelayanan IGD 24 jam. Untuk rawat jalan, pendaftaran dibuka mulai pukul 07.30 dan pelayanan dimulai pukul 08.00. Pasien biasa datang lebih pagi hanya untuk mengambil nomor antrean.
Dari data kunjungan, pasien tersebut belum pernah memeriksakan diri sebelumnya, meski merupakan peserta PPK di Puskesmas Dlingo I. Ia diketahui hanya pernah mengantar anggota keluarga.
Nur memastikan pihaknya melakukan evaluasi internal terkait kejadian tersebut. “Tenaga kesehatan itu harus lebih sabar dan hati-hati dalam komunikasi,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana memperjelas sosialisasi alur layanan kepada masyarakat.
“Masih ada yang menganggap IGD di puskesmas seperti di rumah sakit yang hanya untuk gawat darurat. Padahal kami 24 jam melayani, bahkan keluhan ringan seperti pilek malam hari pun kami layani,” tegasnya. (cin)