Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Lampion yang Terbakar di Gua Cemara, Dispar Bantul Pastikan Tak Ada Korban dan Kerugian

Cintia Yuliani • Selasa, 28 Oktober 2025 | 03:22 WIB

MERIAH: Festival lampion terbang
MERIAH: Festival lampion terbang
BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul memastikan tidak ada korban maupun kerugian material dalam insiden lampion terbakar saat kegiatan pelepasan lampion di kawasan wisata Gua Cemara, Sanden, Senin (25/10/2025) malam.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi menjelaskan, sebenarnya pihak penyelenggara sudah beberapa kali melakukan uji coba sebelum acara berlangsung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terbakarnya lampion.

"Sekitar satu minggu empat hari sebelum acara, pihak EO sudah melakukan uji coba terbang dua sampai tiga kali. Saat uji coba, arah terbangnya ke utara dan barat. Jadi tidak mengarah ke pohon,” terang Markus saat dihubungi, Senin (27/10/2025).

Namun pada saat acara berlangsung, arah angin diduga berubah sehingga beberapa lampion mengarah ke area pepohonan. "Prediksi saya karena ada perubahan angin, jadi ada yang mengarah ke pohon.

Di sekitar lokasi memang masih terdapat pepohonan karena itu area penghijauan  Pantai Goa Cemara," katanya.

Namun ia memastikan tidak ada pohon yang terbakar. Hanya beberapa ranting saja yang terkena. Itu pun langsung ditangani oleh tim keamanan, damkar, dan panitia.

Markus menuturkan, sejumlah lampion sempat mengenai tenda di area acara. Ia menjelaskan, karena lampion terbang menggunakan api, saat jatuh dan mengenai penghalang, api di dalamnya masih menyala.

Ia menegaskan insiden itu tidak menimbulkan korban maupun kerusakan berarti. Tidak ada tenda pedagang yang ludes terbakar maupun kerugian material.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, kondisi acara tetap berlangsung aman hingga selesai. "Kalau pun ada yang merasa kena panas saat menyalakan lampion, mungkin karena korek api. Bukan dari lampion yang terbakar,” ujarnya.

Terkait rencana tahun depan, Dispar Bantul bersama panitia akan melakukan evaluasi menyeluruh. Markus menyebutkan ada dua hal utama yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

 Pertama, pemilihan lokasi acara akan disesuaikan agar lebih lapang dan bebas dari pepohonan di sisi kiri maupun kanan. Kedua, jumlah peserta akan dibatasi sesuai kapasitas area.

"Misalkan kalau kapasitas lokasi hanya untuk lima ribu orang, ya hanya lima ribu yang boleh ikut. Konsekuensinya mungkin harga tiket dan harga lampion bisa lebih mahal," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, jumlah lampion yang diterbangkan mencapai sekitar 3.000 unit dari panitia. "Sistemnya paket. Ada yang satu atau dua orang satu lampion.

Ada juga lima orang satu lampion. Jumlah pengunjung yang mendaftar lewat online sekitar 9.000 orang,” tutur Markus.

Ia menambahkan, peserta didominasi anak muda. Namun juga banyak keluarga dan wisatawan dari luar daerah seperti Jakarta, Makassar, bahkan Malaysia. "Ada yang datang bersama pasangan, ada juga yang membawa keluarga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, pemilihan lokasi Festival Lampion 2025 karena sudah mempertimbangkan dari pengamatan beberapa lokasi yang ada.

"Pantai Goa Cemara dipandang memiliki luasan area yang cukup memadai dan suasana yang mendukung penerbangan lampion,"  jelasnya. (cin/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Markus Purnomo Adi #Lanterne Festival de Paris #sanden #keamanan #gua cemara #korban #lampion terbakar #damkar #Festival Lampion 2025 #Bantul #lampion #dispar bantul #pantai #Dispar