Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Renovasi Kios Pasar Seni Gabusan Belum Bisa Dilakukan, Usai Terbakar Jumat Malam Akibat Korsleting Listrik: Ini Alasan DKUKMPP Bantul

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 26 Oktober 2025 | 03:06 WIB

 

Pemadam Kebakaran saat memadamkan api di PSG, Bantul, Jumat (24/10) malam.
Pemadam Kebakaran saat memadamkan api di PSG, Bantul, Jumat (24/10) malam.

BANTUL – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Seni Gabusan (PSG), Jumat (24/10/2025) malam.

Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi kerugian dan pendataan pedagang terdampak.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKUKMPP Bantul Zona Paramitha mengatakan, hasil identifikasi awal mencatat sembilan kios terdampak langsung.

Sementara beberapa kios di sekitarnya mengalami dampak tidak langsung seperti terkena jelaga dan asap.

"Dalam satu blok itu memang akhirnya kami putus dulu listriknya. Karena penyebab tadi (Jumat) malam itu hubungan arus pendek," kataya dikonfirmasi Sabtu (25/10/2025).

Zona membenarkan versi kepolisian bahwa kebakaran dipicu korsleting listrik akibat genteng yang pecah dan menyebabkan air mengalir ke stopkontak. Sehingga memicu percikan api.

Kobaran api kemudian cepat membesar karena sebagian besar material bangunan kios terbuat dari kayu.

Upaya pemadaman sempat dilakukan oleh petugas keamanan dan para pedagang sekitar, namun api terlanjur menjalar. “Kebakaran terjadi di satu blok sisi utara PSG, dekat dengan musala,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, kios yang terbakar sebagian besar ditempati oleh pedagang barang-barang antik yang sudah lama berjualan di PSG sejak 2019.

Barang yang terbakar antara lain koleksi antic seperti kerajinan kayu, enamel, dan atom, dengan nilai kerugian material yang cukup besar.

Saat ini, DKUKMPP fokus pada pendataan kerusakan fisik kios dan perhitungan nilai kerugian masing-masing pedagang. “Untuk sementara, pedagang yang kiosnya terbakar belum bisa berjualan,” tambahnya.

Terkait rencana pemulihan, Zona mengakui bahwa renovasi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena anggaran tahun ini sudah teralokasi penuh.

Meski demikian, pihaknya akan berupaya mencari dukungan eksternal, termasuk melalui program corporate social responsibility (CSR).

"Nanti kami coba ya nyarilah ke mana, misalnya CSR atau ke mana gitu untuk bantu pedagang di sana," tegasnya.

Zona juga memastikan bahwa kios di PSG merupakan aset milik Pemkab Bantul yang dikelola oleh DKUKMPP. Karena itu, mekanisme ganti rugi atau kompensasi kepada pedagang masih akan dibahas lebih lanjut.

“Atas insiden ini, sebagai bentuk solidaritas, para pedagang lain sementara tutup dulu demi menghormati rekan-rekan yang terkena dampak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto menjelaskan, kebakaran bermula sekitar pukul 21.15 diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Ada seorang petugas keamanan (sekurit) PSG yang sedang bertugas di pos mencium bau kabel terbakar. 

"Setelah dilakukan pengecekan ke area kios di sebelah belakang (kios barat), sekuriti tersebut mendapati salah satu blok kios telah terbakar di bagian atap bangunan. Setelah itu sekuriti langsung lapor ke BPBD Bantul," katanya.

Sebanyak empat unit mobil pemadam dikerahkan untuk menaklukkan si jago merah. Petugas yang berjumlah 20 orang pun harus dibantu relawan dan warga lainnya untuk memadamkan api.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp150 hingga 200 juta.

Menurutnya, kebakaran itu menghanguskan sedikitnya sejumlah kios berukuran 6x20 meter yang menjual berbagai produk kerajinan, seperti barang antik, mebel kayu, sepeda ontel, hingga suku cadang motor tua.

"Api cepat membesar karena jualan pedagang mayoritas terbuat dari material gampang terbakar, sehingga pemadaman membutuhkan waktu kurang lebih dua jam," jelasnya. 

Sementara, Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan jika dugaan awal dari kebakaran yang ada di PSG itu berasal dari korsleting listrik.

Petugas sudah memasang garis polisi dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk memastikan sumber pasti kebakaran.

"Dari informasi saksi yang kami terima, saat itu ada suara letusan kecil dan genteng yang jatuh dari salah satu kios," ujarnya. 

Rita juga menjelaskan, dari data sementara yang didapat, kebakaran menghantam sebanyak 14 unit kios, yang sebagian besar diisi oleh pedagang barang-barang kerajinan, seni, dan barang antik.

Selain itu juga ada 10 pemilik kios yang berhasil diidentifikasi, meskipun identitas lengkap kepemilikan kios lainnya masih dalam pendataan.

"Tidak ada korban jiwa, tapi nilai kerugian cukup besar. Kami masih lakukan pendalaman untuk memastikan titik awal korsleting," tambahnya. (ayu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pasar Seni Gabusan #renovasi #korsleting listrik #Kebakaran #kios #ruko #DKUKMPP Bantul