BANTUL – Kementerian Pertanian (Kementan) akan menindak tegas distributor dan pengecer pupuk subsidi jika ditemukan menaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan seluruh jaringan penyalur pupuk di Bantul dalam kondisi aman dan tertib.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi jauh sebelum instruksi resmi dari Menteri Pertanian (Mentan) dikeluarkan.
Baca Juga: Siswa SDN Kamal Tewas di Sungai, Orang Tua Sebut Tak Tahu soal Agenda Pramuka di Luar Sekolah
“Sebelum Pak Menteri mengeluarkan larangan atau wacana pencabutan izin bagi distributor nakal, kami sudah melakukan langkah preventif,” ujarnya saat ditemui dalam acara peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Wukirsari Jumat (17/10).
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan kejaksaan dan kepolisian mengunjungi dan memeriksa beberapa distributor dan pengecer pupuk di Bantul.
"Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi semuanya baik. Ada 48 pengecer dan 6 distributor yang terpantau tertib,” jelasnya.
Joko menyebutkan, kebutuhan pupuk terbesar di Bantul berada di wilayah Sewon, Bambanglipuro, Pandak, Imogiri, dan Jetis. Sementara itu, tingkat penyerapan pupuk masih tergolong bervariasi.
“Rata-rata penyerapan pupuk baru mencapai sekitar 67 persen dari total kebutuhan, karena beberapa wilayah seperti Dlingo belum turun hujan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya optimistis angka serapan pupuk akan meningkat dalam waktu dekat. “Kami yakin pada bulan November, serapan pupuk akan naik signifikan karena di sebagian kapanewon lain sudah mencapai 80 persen,” tandasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita