Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Ponpes An Nur Ngrukem Bantul Ada Proses Disuceni, Menunya Masakan Rumahan ala Ndeso

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 13 Oktober 2025 | 02:58 WIB

 

Salah seorang juru masak Ponpes An Nur Ngrukem Adit Hestu (kiri).
Salah seorang juru masak Ponpes An Nur Ngrukem Adit Hestu (kiri).

BANTUL - Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Ngrukem, Bantul, bisa menjadi salah satu contoh sukses lembaga pendidikan yang telah lama menerapkan sistem pemenuhan makanan sehat dan higienis bagi para santrinya. Di ponpes ini, di pusat dan kompleks lainnya, menampung sekitar 2.500 santri.


Setiap santri diwajibkan mengambil jatah makan yang dikelola langsung oleh setiap keluarga kiai (dzurriyah) di kompleks masing-masing. Sistem ini memastikan setiap kompleks memiliki dapur yang bertanggung jawab menyediakan makanan bagi setiap ratusan santrinya sendiri.


Menurut salah seorang juru masak Ponpes An Nur Ngrukem Adit Hestu, pembagian santri kepada setiap dapur keluarga kiai telah dilakukan secara merata sejak lama. Meskipun terdapat perbedaan teknis dalam memasak, misalnya ada yang masih menggunakan tungku dan ada yang sudah beralih ke gas, pada intinya menu dan proses memasak memiliki standar yang sama.


"Kalau dulu saat santri masih belum banyak, santrinya masih jadi satu satu dapur. Jadi masih masih satu dapur di ndalem pusat sini," ungkapnya saat ditemui Radar Jogja, Minggu (12/10).
Adit juga menjelaskan, mengapa saat ini banyak fenomena keracunan yang marak terjadi di beberapa sekolah di tengah pelaksanaan program MBG, karena menurutnya, adanya perbedaan mendasar dalam filosofi pengelolaan makanan di pondoknya.


Kalau di Ponpes An Nur Ngrukem, lanjut Adit, pengelolaan makanannya tidak hanya bersih, tapi juga bisa dibilang suci. Dalam arti, konsep suci ini melampaui standar higienitas biasa. Seperti proses mencuci bahan makanan dan alat masak, misalnya dilakukan dengan sangat teliti.


"Jadi seperti cara mususi (mencuci beras atau bahan makanan) itu nanti kalau sudah bersih, lalu istilahnya disuceni (disucikan) begitu. Jadi tidak hanya sekadar bersih saja," katanya.


Adit juga mengungkapkan, walaupun menu yang disajikan di Ponpes An Nur Ngrukem terbilang sederhana, atau hanya menyajikan masakan ndeso, masakan itu sudah terjamin. Tak hanya itu, meski menu hariannya sederhana, tetap ada jatah protein tambahan yang terjamin secara berkala untuk para santri.


"Para santri di Ponpes An Nur Ngrukem mendapatkan makan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Menunya random atau bervariasi setiap hari, namun kental dengan nuansa masakan rumahan," bebernya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#pondok pesantren #lembaga pendidikan #Mbg #Makan Bergisi Gratis #ponpes