Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah di Bantul Kurang, Hanya Sisa 30 Ton, sementara PSEL Butuh 1.000 Ton per Hari

Cintia Yuliani • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 04:15 WIB

 

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih
 

BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih belum banyak berkomentar terkait proyek waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Sebab proyek ini akan melibatkan tiga daerah. Yakni Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kota Jogja.

Namun dalam proyek ini, suplai sampah di Bantul belum mencukupi. Ia menyebut, akibat adanya gerakan pengelolaan sampah di masyarakat, volume sampah liar di Bantul kini tinggal sekitar 30 ton per hari.

Namun, setiap daerah saat ini sudah melakukan investasi dan pengelolaan sampah masing-masing. Sehingga perlu penghitungan ulang mengenai jumlah sampah yang bisa disetor untuk proyek PSEL. “Nanti akan dihitung Sleman bisa setor sampah berapa, Kota berapa, Bantul berapa,” katanya.

Terkait progres lebih lanjut, ia mengaku belum bisa memastikan. “Wong ini baru diskusi. Baru kemarin saya ketemu Pak Harda dan Pak Wali, kita baru ngobrol ringan. Tapi pengerucutannya mungkin dua sampai tiga hari lagi,” bebernya.


Sebelumnya, Sekorov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut, PSEL ditargetkan dibangun pada 2027 mendatang. Namun saat ini, pemprov juga tengan melihat proses yang sedang dilakukan Pemkot Jogja untuk menangani sampah. Salah satunya adalah pengolahan sampah di tingkat rumah tangga. “Mereka kan sudah punya perwal pengurangan penggunaan kantong plastik. Itu mestinya diterapkan khususnya ketika belanja di toko modern,” imbaunya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sekorov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti #PSEL #Kota Jogja #kabupaten bantul #Sampah #Waste to Energy #Kabupaten Sleman #Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih #proyek nasional